Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Islam mengenai kewajiban zakat maal.

Banyak yang bertanya apakah penguatan dolar otomatis menambah jumlah zakat yang harus dibayarkan.

>>> Eza Gionino Pukul Roby Tremonti di Konferensi Pers Tinju

Zakat maal merupakan kewajiban atas harta yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Besaran zakat yang umum dikeluarkan adalah 2,5 persen dari total harta yang wajib dizakati.

Lonjakan kurs dolar tidak secara langsung menambah besaran zakat.

Namun, fluktuasi nilai tukar dapat mengubah nilai aset seseorang, terutama bagi mereka yang menyimpan harta dalam bentuk mata uang asing.

Pemilik dana dalam bentuk dolar akan mengalami peningkatan total nilai kekayaan dalam rupiah saat kurs dolar menguat.

Akibatnya, akumulasi harta yang dihitung untuk zakat turut bertambah karena nilai asetnya meningkat.

Situasi berbeda berlaku bagi individu yang hanya memiliki aset dalam rupiah tanpa simpanan dolar. Bagi kelompok ini, penguatan dolar tidak berdampak langsung terhadap nominal zakat yang wajib dibayarkan.

Nisab Zakat Mengacu pada Harga Emas

Penentuan batas minimal atau nisab zakat maal umumnya mengacu pada nilai 85 gram emas.

Pergerakan pasar global dan nilai tukar mata uang yang memengaruhi harga emas membuat penguatan dolar berdampak tidak langsung pada batas nisab.

>>> DJP Temukan 93.260 Wajib Pajak Indikasikan Hindari Pajak UMKM

Nilai nisab dalam rupiah berpotensi meningkat saat harga emas naik seiring menguatnya dolar.

Oleh karena itu, umat Islam diwajibkan memperbarui data perhitungan nisab sesuai harga emas terkini sebelum menunaikan zakat.

Ketentuan untuk Tabungan Mata Uang Asing

Aset yang disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, maupun simpanan mata uang asing tetap menjadi objek harta yang wajib dizakati.

Kewajiban ini berlaku apabila seluruh simpanan telah mencapai nisab dan melewati masa simpan satu tahun hijriah atau haul.

Mekanisme perhitungannya dilakukan dengan mengonversi nilai mata uang asing ke dalam rupiah berdasarkan kurs yang berlaku saat zakat dikeluarkan.

Konversi ini menyebabkan nominal zakat menjadi lebih besar saat nilai dolar sedang meningkat.

Waktu pengeluaran zakat maal tetap mengacu pada terpenuhinya syarat nisab dan haul harta.

>>> Panduan Menurunkan Desil DTSEN 2026 dan Cara Cek Status Online

Fokus utama perhitungan zakat bertumpu pada jumlah total kekayaan yang dimiliki pada saat jatuh tempo, bukan sekadar naik atau turunnya kurs mata uang.