"Kami tahu bermain di kandang Indonesia tekanan atmosfer akan besar, tetapi tim tetap bermain baik walau hasilnya tidak seperti yang diharapkan," kata Yutaka Ikeuchi, Pelatih Vietnam.

Dukungan masif dari masyarakat lokal juga dirasakan oleh salah satu pendukung yang datang langsung dari luar kota demi menyaksikan perjuangan skuad Garuda.

"Kaget juga bang ternyata stadionnya penuh, atmosfer di dalam buat merinding, ini tandanya orang Sumut cinta ke sepakbola dan Timnas kita," kata Yunan, suporter asal Tanjungbalai.

Di sisi lain, situasi ini membuat posisi Malaysia menjadi tidak aman menjelang pertandingan pamungkas fase grup melawan Thailand.

"Kami tahu bahwa Thailand adalah tim favorit di turnamen mana pun, baik di level senior maupun junior.

Bagi Malaysia, enam poin ini memberi kami kesempatan dan keuntungan untuk melaju, tetapi bahkan itu pun tidak menjamin kami akan lolos ke semifinal," ujar Nafuzi Zain, pelatih Malaysia dilansir dari Bharian.

Nafuzi menambahkan bahwa status kelolosan timnya masih sangat bergantung pada hasil akhir laga penentuan tersebut serta dinamika di grup lain.

"Hanya juara grup yang otomatis lolos, sedangkan runner-up bergantung pada hasil tim lain.

Kami juga belum mengetahui hasil pertandingan melawan Thailand di pertandingan terakhir dan itu tidak akan menjadi pertandingan yang mudah," kata Nafuzi Zain.

>>> Said Iqbal Berkomitmen Perjuangkan Keseimbangan Hak Buruh dari Dalam Pemerintahan

Malaysia dijadwalkan menghadapi Thailand pada Senin, 8 Juni 2026, sementara Kamboja akan bersua Australia pada Selasa, 9 Juni 2026 untuk memperebutkan tiket tersisa.