Kemampuan memahami perasaan orang lain secara mendalam sering dianggap sebagai kualitas positif. Namun, kepekaan emosional di atas rata-rata juga bisa muncul dalam kebiasaan yang sekilas tampak negatif.

Dr. Brandy Smith, psikolog berlisensi dari Thriveworks, menjelaskan bahwa empati tinggi adalah kemampuan di atas rata-rata dalam mengenali emosi orang lain.

>>> Cerita Pelajar Samarinda 10 Bulan Kuliti Salmon di Alaska

Ia memaparkan sejumlah indikator psikologis yang menandakan tingkat empati sangat tinggi.

Tanda-Tanda Empati Tinggi

1. Menangkap Kejanggalan Sikap Orang Lain.

Individu dengan kepekaan tinggi cepat menyadari perubahan kecil pada suasana hati atau perilaku orang lain. Namun, Smith mengingatkan bahwa kemampuan ini tidak otomatis membuat seseorang tahu pemicu pastinya.

2. Mengabaikan Kebutuhan Pribadi.

Sifat empatik sering mendorong seseorang memprioritaskan kepentingan orang lain. Smith menekankan pentingnya keseimbangan agar tetap bisa mendukung lingkungan sosial.

3. Menyerap Emosi Lingkungan Sekitar.

Sebagian individu ikut merasakan kecemasan atau kesedihan orang lain seolah beban itu milik mereka. Smith mengatakan hal ini positif selama tidak berlebihan.

4. Dorongan Konstan Memperbaiki Keadaan.

>>> Elfa's Singers Gelar Konser Tunggal Pesta Cinta di Jakarta

Pemilik empati tinggi merasa tidak tenang saat orang terdekat mengalami kesulitan. Smith menilai niat menolong itu baik, namun tidak semua masalah perlu segera diintervensi.

5. Kecenderungan Menjadi People Pleaser.

Dalam konflik, orang sangat empatik sering menjadi penengah demi menjaga harmoni. Kebiasaan ini menjadi problematik jika mengorbankan prinsip pribadi.

6. Merasa Bertanggung Jawab Atas Hasil Akhir.

Ada asumsi keliru bahwa mereka bisa mengontrol kondisi emosional orang lain. Smith mengingatkan bahwa ekspektasi tersebut tidak realistis.

7. Terjebak dalam Siklus Overthinking.

Mereka sering menganalisis ulang interaksi sosial dan cemas jika ada ucapan yang melukai perasaan. Refleksi diri memang baik, tetapi evaluasi berlebihan tidak lagi bermanfaat.

Faktor Pemicu Empati Tinggi

Karakteristik ini bisa muncul karena faktor genetik, pola asuh, atau pengalaman hidup penuh tantangan. Smith menegaskan bahwa empati mendalam tetap bernilai asal disertai batasan diri yang tegas.

>>> Mandiri Utama Finance Dorong Kolaborasi Percepat Transisi Motor Listrik

"Kepedulian terhadap orang lain itu penting, tetapi menjadi terlalu fokus pada kebutuhan mereka hingga melupakan diri sendiri dapat menimbulkan masalah," kata Smith.