7 Tanda Orang Memiliki Empati Tinggi Menurut Psikolog
Kemampuan memahami perasaan orang lain secara mendalam sering dianggap sebagai kualitas positif. Namun, kepekaan emosional di atas rata-rata juga bisa muncul dalam kebiasaan yang sekilas tampak negatif.
Dr. Brandy Smith, psikolog berlisensi dari Thriveworks, menjelaskan bahwa empati tinggi adalah kemampuan di atas rata-rata dalam mengenali emosi orang lain.
>>> Cerita Pelajar Samarinda 10 Bulan Kuliti Salmon di Alaska
Ia memaparkan sejumlah indikator psikologis yang menandakan tingkat empati sangat tinggi.
Tanda-Tanda Empati Tinggi
1. Menangkap Kejanggalan Sikap Orang Lain.
Individu dengan kepekaan tinggi cepat menyadari perubahan kecil pada suasana hati atau perilaku orang lain. Namun, Smith mengingatkan bahwa kemampuan ini tidak otomatis membuat seseorang tahu pemicu pastinya.
2. Mengabaikan Kebutuhan Pribadi.
Sifat empatik sering mendorong seseorang memprioritaskan kepentingan orang lain. Smith menekankan pentingnya keseimbangan agar tetap bisa mendukung lingkungan sosial.
3. Menyerap Emosi Lingkungan Sekitar.
Sebagian individu ikut merasakan kecemasan atau kesedihan orang lain seolah beban itu milik mereka. Smith mengatakan hal ini positif selama tidak berlebihan.
4. Dorongan Konstan Memperbaiki Keadaan.
>>> Elfa's Singers Gelar Konser Tunggal Pesta Cinta di Jakarta
Pemilik empati tinggi merasa tidak tenang saat orang terdekat mengalami kesulitan. Smith menilai niat menolong itu baik, namun tidak semua masalah perlu segera diintervensi.
5. Kecenderungan Menjadi People Pleaser.
Dalam konflik, orang sangat empatik sering menjadi penengah demi menjaga harmoni. Kebiasaan ini menjadi problematik jika mengorbankan prinsip pribadi.
6. Merasa Bertanggung Jawab Atas Hasil Akhir.
Ada asumsi keliru bahwa mereka bisa mengontrol kondisi emosional orang lain. Smith mengingatkan bahwa ekspektasi tersebut tidak realistis.
7. Terjebak dalam Siklus Overthinking.
Mereka sering menganalisis ulang interaksi sosial dan cemas jika ada ucapan yang melukai perasaan. Refleksi diri memang baik, tetapi evaluasi berlebihan tidak lagi bermanfaat.
Faktor Pemicu Empati Tinggi
Karakteristik ini bisa muncul karena faktor genetik, pola asuh, atau pengalaman hidup penuh tantangan. Smith menegaskan bahwa empati mendalam tetap bernilai asal disertai batasan diri yang tegas.
>>> Mandiri Utama Finance Dorong Kolaborasi Percepat Transisi Motor Listrik
"Kepedulian terhadap orang lain itu penting, tetapi menjadi terlalu fokus pada kebutuhan mereka hingga melupakan diri sendiri dapat menimbulkan masalah," kata Smith.
Update Terbaru
SELAMAT! Alex Abbad dan Nadya Naufel Resmi Menikah pada 8 Juni 2026 Usai 16 Tahun Berteman
Senin / 08-06-2026, 20:02 WIB
Timnas Indonesia U-19 Pantau Cedera Reno Salampessy Jelang Semifinal
Senin / 08-06-2026, 20:00 WIB
John Herdman Puji Fleksibilitas Taktik Timnas Indonesia Usai Libas Oman
Senin / 08-06-2026, 20:00 WIB
Pemerintah Kaji Pengecualian Aturan Ekspor Komoditas bagi Investor
Senin / 08-06-2026, 19:59 WIB
Telkom Sepakati Pembagian Dividen Rp21,9 Triliun dalam RUPST
Senin / 08-06-2026, 19:56 WIB
Danantara Ungkap Alasan Laporan Keuangan Konsolidasi Belum Terbit
Senin / 08-06-2026, 19:56 WIB
Pendaftaran PPPK Guru dan Tendik Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka
Senin / 08-06-2026, 19:56 WIB
Igor Sechin Peringatkan Militerisasi Global dan Gelembung AI
Senin / 08-06-2026, 19:54 WIB
Grab Indonesia Operasikan 14 Ribu Armada Kendaraan Listrik di 12 Kota
Senin / 08-06-2026, 19:54 WIB
Sciwind Bioscience Jajaki Pemasaran Obat Pelangsing di Luar China
Senin / 08-06-2026, 19:54 WIB
RTR Tawarkan Paket Kustomisasi Mustang, Tenaga Hingga 810 HP Mulai Rp33.995
Senin / 08-06-2026, 19:52 WIB
Sora Choi Pamer Baby Bump di Runway Chanel Métiers d'Art 2026
Senin / 08-06-2026, 19:52 WIB
Timnas Voli Putri Indonesia Kalah Tipis dari Vietnam di AVC Cup
Senin / 08-06-2026, 19:52 WIB
Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi dan Komisaris PLN
Senin / 08-06-2026, 19:52 WIB






