Juru taktik berusia 47 tahun tersebut menambahkan bahwa atmosfer pertandingan melawan Vietnam selalu menyajikan tensi dan emosi yang berbeda, namun para pemainnya mampu memberikan kemampuan maksimal di lapangan.

"Saya senang pemain progres yang baik dari pertandingan pertama, kedua, dan ketiga.

Dan saya lihat seperti biasa menghadapi Vietnam pasti secara atmosfer, secara emosi berbeda dan saya bersyaf para pemain tampil maksimal pada malam ini," kata Nova Arianto.

Kini Indonesia tinggal menunggu calon lawan di semifinal sembari melakukan sejumlah pembenahan internal menjelang fase gugur berikutnya.

"Pastinya masih ada beberapa yang masih kami akan lakukan evaluasi setelah ini. Tapi, kami lihat situasinya apakah akan menunggu apakah antara Australia, Thailand atau Malaysia.

Dan kami mempersiapkan tim ini ke depannya," kata Nova Arianto.

>>> Kim Kardashian Dukung Lewis Hamilton di F1 Monako, Soroti Aturan Paddock

Dampak Kekalahan Vietnam dan Persaingan Runner-Up

Di sisi lain, kekalahan ini melemparkan Vietnam ke posisi perebutan runner-up terbaik untuk bisa mendampingi Indonesia lolos ke semifinal.

"Kami tahu bermain di kandang Indonesia tekanan atmosfer akan besar, tetapi tim tetap bermain baik walau hasilnya tidak seperti yang diharapkan," kata Yutaka.

Gubernur Sumatera Utara yang turut hadir bersorak merayakan gol kemenangan anak asuh Nova Arianto di tribun VIP Barat.

"Luar biasa, ribak sude," kata Bobby Nasution.

Antusiasme tinggi di dalam stadion baru tersebut juga diakui oleh kelompok pendukung yang hadir langsung memberikan tekanan bagi tim tamu.

"Kaget juga bang ternyata stadionnya penuh, atmosfer di dalam buat merinding, ini tandanya orang Sumut cinta ke sepakbola dan Timnas kita," kata Yunan.