Pemilik BMW iX3 generasi terbaru berisiko tersengat listrik saat mengisi daya kendaraan listrik mereka. Masalah ini terungkap dalam kampanye penarikan kembali (recall) yang dikeluarkan BMW di Jerman.

Recall pertama dimulai pada akhir Mei dan mencakup 145 unit iX3 yang diproduksi antara 25 November 2025 hingga 20 Februari 2026.

>>> Kawasaki Siap Luncurkan Skutik Brusky 125, Tantang Dominasi Pasar Indonesia

Menurut BMW, mobil-mobil ini memiliki pengisi daya onboard yang mungkin rusak.

Komponen tersebut berfungsi mengubah arus AC menjadi DC. Kerusakan dapat menyebabkan panel bodi SUV beraliran listrik saat mobil dicolok ke sumber listrik.

BMW mengaku belum ada laporan cedera akibat masalah ini.

Namun, perusahaan mengakui pemilik bisa mendapatkan sengatan listrik yang tidak menyenangkan jika menyentuh mobil pada saat yang salah.

Perbaikannya cukup sederhana: pengisi daya onboard pada unit yang terkena dampak akan diganti, baik yang benar-benar rusak maupun tidak.

BMW menerapkan prinsip lebih baik aman daripada menyesal untuk kendaraan bertegangan tinggi.

>>> Kasus Perusakan Toyota Fortuner Ungkap Aturan Klaim Asuransi Akibat Perbuatan Jahat

Secara global, recall ini melibatkan 145 mobil, 28 di antaranya berada di Jerman.

Recall Kedua untuk Airbag Samping

Beberapa hari kemudian, pada 1 Juni, recall kedua menyusul. Kali ini, BMW menyatakan bahwa airbag samping mungkin tidak dipasang sesuai spesifikasi.

Ada dua kekhawatiran: airbag mungkin tidak mengembang dengan benar saat terjadi kecelakaan, dan generator gas bisa bergeser dari posisinya dan mengenai penumpang.

iX3 yang terkena dampak diproduksi antara 18 Desember 2025 hingga 8 Mei 2026.

Recall ini lebih besar, mencakup 4.843 kendaraan di seluruh dunia, termasuk 1.071 di Jerman.

>>> Rivian Tolak Kembalikan Tombol Fisik, Andalkan Perintah Suara

Seperti masalah pengisi daya, belum ada kecelakaan atau cedera yang terkait dengan cacat airbag ini. BMW akan memeriksa baut yang menahan airbag samping dan, jika perlu, memperbaikinya.