Presiden Prabowo Subianto melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026 sore.

Langkah ini diambil pemerintah untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi sorotan publik.

>>> Membeli Blind Box Berlebihan Picu Stres dan Risiko Penuaan Dini

Jajaran Pimpinan Baru BGN

Pimpinan baru yang dilantik meliputi Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, serta Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Mereka menggantikan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya yang diberhentikan karena tersandung dugaan kasus korupsi tata kelola Program MBG.

Kepala BGN Nanik S Deyang memasuki kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.50 WIB sebelum prosesi dimulai.

Dirinya belum mau memberikan keterangan banyak mengenai agenda pelantikan tersebut kepada awak media.

"Nanti sayangku, kan belum dilantik," kata Nanik S Deyang.

>>> Kemenhaj Kawal Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama

Wakil Kepala BGN Agustina Arum Sari menjelaskan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan mereka sebenarnya sudah berlaku sejak 2 Juni 2026.

Penunjukan tersebut sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Kemarin sebenarnya Keppres-nya sudah berlaku tanggal 2 Juni waktu diumumkan oleh Pak Mensesneg. Jadi ini pelantikannya gitu," ujar Agustina Arum Sari.

Tugas Merapikan Tata Kelola MBG

Sejak resmi diangkat pekan lalu, pimpinan baru BGN langsung mengidentifikasi sejumlah persoalan yang menghambat pelaksanaan program.

Masalah yang ditemukan meliputi akurasi data penerima manfaat hingga evaluasi tata kelola, termasuk pengkajian penajaman sasaran demi efisiensi anggaran.

>>> Koreksi Saham Perbankan Jadi Peluang Akumulasi Investor Jangka Panjang

"MBG tujuannya baik, tapi tata kelola tadi kurang baik sehingga ada beberapa permasalahan seperti yang sekarang. Nah, kami diberi tugas untuk merapikan semuanya itu," jelas Agustina Arum Sari.