>>> Prabowo Jawab Kritik Demokrasi dan Peran Militer di Indonesia

Sektor yang mendominasi meliputi consumer goods, tekstil, data center, baterai, hingga bahan bangunan.

PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), juga optimistis target penjualan lahan industri tahun ini dapat tercapai.

Perusahaan menargetkan penjualan lahan sebesar 14 hektare di Suryacipta City of Industry Karawang dan 60 hektare di Subang Smartpolitan.

Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo mengatakan optimisme tersebut didukung oleh keunggulan strategis kawasan dan efek domino dari ekosistem industri yang berkembang.

Sektor otomotif masih menjadi kontributor utama, terutama kendaraan listrik dan industri pendukungnya.

Selain itu terdapat permintaan dari sektor heavy machinery, elektronik, data centre, dan pergudangan.

Sekitar 90% inquiry yang masuk berasal dari investor asing, dengan kontribusi terbesar dari China, Korea Selatan, dan Taiwan, sementara minat dari Jepang juga masih positif.

Tantangan Realisasi Investasi

Meski prospek investasi masih positif, para pengelola kawasan industri menilai tantangan utama pada tahun ini terletak pada kecepatan realisasi investasi.

Menurut Rika, sinkronisasi kebijakan antar kementerian dan lembaga, percepatan perizinan, kepastian tata ruang, hingga penyelesaian hambatan di lapangan menjadi faktor penting.

Tantangan terbesar kawasan industri pada tahun 2026 bukan berasal dari minat investasi, melainkan dari aspek kepastian dan kecepatan eksekusi.

>>> Pemerintah Sempurnakan Kebijakan Pajak UMKM Lewat PP 20/2026

Suryacipta menilai investor masih cenderung hati-hati sebelum merealisasikan investasi, sehingga penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan menjadi faktor penting untuk mendorong realisasi investasi hingga akhir tahun.