Prospek bisnis kawasan industri dinilai masih menjanjikan hingga akhir tahun 2026.

Sejumlah pengelola kawasan industri masih mencatat tingginya minat investasi, terutama dari investor asing yang didorong oleh tren relokasi industri dan ekspansi rantai pasok.

>>> Asosiasi Industri Tekstil Rencanakan Kenaikan Harga Akibat Pelemahan Rupiah

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) misalnya, hingga Maret 2026 mencatat pipeline permintaan lahan industri sekitar 72 hektare.

Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST, Rika Mandasari mengatakan, minat investasi dan penjajakan usaha saat ini terutama berasal dari Jepang dan Indonesia.

Selain itu, perusahaan juga mencatat aktivitas penjajakan dari investor asal China, Singapura, hingga Thailand.

Hingga kuartal I-2026, BEST telah membukukan penjualan lahan industri seluas dua hektare dengan nilai marketing sales sekitar Rp55 miliar.

Menurut Rika, permintaan investor asing masih lebih dominan dibandingkan investor domestik. Tren relokasi industri, ekspansi supply chain, serta kebutuhan fasilitas siap pakai juga ikut mendorong permintaan kawasan industri.

Meski belum mengungkapkan target marketing sales secara spesifik, BEST menargetkan pertumbuhan kinerja yang moderat pada tahun ini dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih.

Target Marketing Sales Jababeka dan Suryacipta

PT Jababeka Tbk (KIJA) mempertahankan target marketing sales 2026 sebesar Rp3,75 triliun.

Hingga saat ini, realisasi marketing sales tercatat mencapai Rp540 miliar atau sekitar 14% dari target tahunan.

Corporate Secretary KIJA Mulyadi Suganda mengatakan capaian tersebut masih sejalan dengan pola historis penjualan perusahaan.

Menurutnya, keputusan investasi investor asing sangat dipengaruhi oleh kondisi global dan keputusan principal di negara asal.

Dari sisi permintaan, kawasan industri Jababeka ditopang oleh investor asing, khususnya dari China dan kawasan Asia lainnya.