Asosiasi Industri Tekstil Rencanakan Kenaikan Harga Akibat Pelemahan Rupiah

Pelaku usaha manufaktur tekstil dalam negeri bersiap menaikkan harga jual produk menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai delapan persen sejak awal tahun 2026.
Kenaikan biaya produksi akibat pembelian bahan baku impor menjadi pemicu utama. Tekanan ini terjadi di tengah derasnya produk impor, terutama dari China, yang membanjiri pasar domestik.
>>> Prabowo Jawab Kritik Demokrasi dan Peran Militer di Indonesia
"Penyesuaian harga sebelumnya kita lakukan karena kenaikan harga bahan baku, dengan rupiah melemah sampai 8% dari awal tahun maka akan ada penyesuaian harga lagi," ujar Redma, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia, Senin (8/6/2026).
Asosiasi menilai regulasi proteksi pemerintah belum cukup efektif membendung laju impor. Salah satu sorotan adalah tarif bea masuk produk tekstil tertentu yang terlalu rendah.
"Buangan barang China ke pasar kita masih sangat menjadi tantangan.
Ditambah perlindungan terhadap barang impor dari pemerintah hanya lip-service, terakhir safeguard benang sintesis dan artificial di PMK 37 2026 yang hanya 0,8% (Rp.300 per kg) ini bukti pemerintah hanya main-main saja," jelas Redma.
>>> Pemerintah Sempurnakan Kebijakan Pajak UMKM Lewat PP 20/2026
Ketiadaan ruang keuntungan membuat perusahaan terpaksa membebankan biaya tambahan ke konsumen. Jika gagal, opsi penghentian operasional pabrik menjadi langkah logis untuk menghindari kerugian massal.
"Sebisa mungkin semua diteruskan ke konsumen, kalau tidak bisa kita simpan sebagai stok saja, karena ini sudah tidak ada margin, kalau ikut harga impor sudah pasti rugi dan akhirnya kita akan tutup pabrik," ungkap Redma.
Produsen dalam negeri mendesak adanya jaminan pasar melalui pembatasan barang impor agar penyerapan tenaga kerja lokal tetap terjaga.
"Kalau pakai dibendung, minimal kami punya jaminan pasar dalam domestik, meskipun harga naik tapi rakyat tetap bekerja.
>>> Menteri Perdagangan Terbitkan Permendag Baru Atur Sektor E-Commerce
Tapi kalau pemerintah tetap dengar importir atau produsen berkedok importir, ya pasti akan terus kasih karpet merah barang impor," tandas Redma.
Update Terbaru
Baca Preview Lookism Chapter 618 Bahasa Indonesia, Wow! Langsung Diburu Pembaca
Kamis / 23-07-2026, 23:40 WIB
Baca Online Lookism Chapter 617 Bahasa Indonesia Kapan Rilis
Kamis / 23-07-2026, 23:05 WIB
Nonton Film Sihir Tanah Kubur (2026) Ddi Bioskop Bukan LK21: Teror Ilmu Hitam dari Makam Wurung yang Mengguncang
Kamis / 23-07-2026, 20:00 WIB
Nonton Dan Download Film Juminten Edan (2026) di Bioskop Bukan LK21: Siap Mengungkap Teror Trauma Masa Lalu!
Kamis / 23-07-2026, 19:00 WIB
Momen Haru Akad Nikah Nathalie Holscher dan Aripat, Nasihat Menohok Ustaz Syam Soal Nafkah Halal Bikin Terenyuh
Kamis / 23-07-2026, 18:53 WIB
Manga Kusunoki's Flunking Her High School Glow-Up Diadaptasi Jadi Anime TV
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FC Cincinnati Kembali ke MLS, Hadapi Vancouver Whitecaps
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
Jadwal dan Bocoran Fitur Free Fire Advance Server OB55
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FF Kipas VIP Proxy 2026: Risiko Banned dan Pencurian Data Akun Free Fire
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
400+ Nama ML Keren, Aesthetic, dan Penuh Makna untuk Mobile Legends
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
Pemadaman Listrik 2 Hari: Rencana Darurat Saya Terbukti Efektif
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
60 Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat dan Pengertiannya
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB







