PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance mencatat lonjakan pembiayaan mobil bekas sebesar 77,64 persen secara tahunan per Mei 2026.

Pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar otomotif yang kompetitif dan pelemahan daya beli masyarakat.

>>> PT KAI Garap Proyek KRL Jabodetabek Rp9,18 Triliun, Produksi 16 Rangkaian Baru

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, membenarkan tren positif tersebut.

"Di tengah pelemahan daya beli dan semakin kompetitifnya pasar otomotif, kami melihat pembiayaan mobil bekas masih menunjukkan kinerja yang positif," ujarnya.

Menurut data internal perusahaan, sektor kendaraan bekas menjadi alternatif utama bagi konsumen yang membutuhkan transportasi dengan harga terjangkau.

>>> Pemerintah Perkuat Tata Kelola Ekspor SDA Lewat PT Danantara

Sementara itu, pembiayaan mobil listrik justru menghadapi tantangan akibat daya beli yang melemah dan persaingan ketat dari produk baru yang lebih murah.

Manajemen BRI Finance juga mengantisipasi faktor makroekonomi seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga. Tantangan eksternal ini diproyeksikan dapat memengaruhi dinamika pasar pembiayaan ke depan.

Meski demikian, Aditia menegaskan bahwa portofolio pembiayaan kendaraan bekas perusahaan terbukti tangguh. Skema harga yang kompetitif membuat produk ini tetap diminati masyarakat.

>>> Ganti Total Baterai SLA Motor Listrik Jika Performa Menurun

Langkah antisipasi dilakukan melalui strategi pertumbuhan bisnis yang prudent dan fokus menjaga kualitas portofolio. "Kami tetap optimis terhadap prospek segmen ini ke depannya," kata Aditia.