Madu 3.000 Tahun di Makam Mesir Masih Layak Konsumsi
Para arkeolog di Mesir menemukan madu yang tersimpan dalam makam kuno selama lebih dari 3.000 tahun dan masih dapat dikonsumsi.
Penemuan ini terjadi saat tim yang dipimpin Howard Carter membongkar makam Tutankhamun pada 1991 di Lembah Para Raja.
>>> Kurs Rupiah 8 Juni 2026 Anjlok ke Rp 18.188, Rekor Terendah Sepanjang Masa
Mereka menemukan guci pualam tertutup rapat berisi residu kental berwarna kuning kecokelatan yang masih beraroma.
Fenomena serupa juga ditemukan di berbagai situs pemakaman di sepanjang Lembah Nil. Guci tanah liat dan pualam berisi madu purba kerap ditemukan dalam kondisi masih manis.
Rahasia Keawetan Madu
Madu memiliki kandungan air sangat rendah sehingga bakteri dan jamur sulit berkembang biak. Selain itu, tingkat keasamannya tinggi, menciptakan lingkungan tidak ramah bagi mikroorganisme.
Lebah menghasilkan enzim yang membentuk hidrogen peroksida, senyawa antimikroba yang menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Kombinasi ini membuat madu menjadi salah satu bahan pangan paling awet.
>>> Sparta Rotterdam Dikabarkan Incar Ragnar Oratmangoen
Orang Mesir kuno menyimpan madu dalam guci keramik tebal yang dilapisi lilin lebah atau resin, ditutup tanah liat, dan ditempatkan di ruang pemakaman batu kapur.
Ruangan gelap, sejuk, dan tertutup rapat selama ribuan tahun menjaga kelembapan stabil.
Dalam kondisi tersebut, madu tidak menyerap air dan tidak bereaksi dengan apa pun. Gula perlahan menjadi gelap dan mengkristal, tetapi tetap aman dikonsumsi.
>>> Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru Musim 2026/2027
Makam yang sama juga mengawetkan resin, minyak, dan lilin pengawet pada mumi. Pada 2026, tim peneliti melaporkan bahwa senyawa aroma dalam pembungkus mumi masih terdeteksi menggunakan spektrometri massa.
Update Terbaru
Meta Patenkan Teknologi AI Pendeteksi Mood Lewat Analisis Suara
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
EA Sports Resmi Umumkan EA Sports FC 27, Rilis September 2026
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Middlesbrough Resmi Dapatkan Sebastian Berhalter dari Vancouver Whitecaps
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Komentar Scott Dixon soal NASCAR Picu Perdebatan Sengit
Jumat / 24-07-2026, 06:07 WIB
Helldivers 2 dan Warhammer 40K Crossover Akan Diungkap Penuh pada 30 Juli
Jumat / 24-07-2026, 06:04 WIB
Studi Temukan Kanker Menular Langka pada Ikan Lele di Amerika Utara
Jumat / 24-07-2026, 06:04 WIB
Prancis Blokir Tesla Full Self-Driving karena Kecepatan Berlebih
Jumat / 24-07-2026, 06:03 WIB
PlayStation Berisiko Kehilangan Pasar Game Bekas Rp117 Triliun dengan Hentikan Produksi Cakram
Jumat / 24-07-2026, 06:02 WIB
Proyek Mario Kart Wii untuk PC Dikecam Gara-gara AI Vibe Coding
Jumat / 24-07-2026, 06:02 WIB
Anime Gundam Baru Diumumkan di SDCC, Terkait dengan Game yang Akan Datang
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
Richard Carapaz Menang Solo di Tahap 18 Tour de France
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
Trailer Baru Film Resident Evil Dirilis, Tayang September 2026
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
Trump Kaitkan Kesepakatan Nuklir Saudi dengan Normalisasi Israel
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
DPR AS Setujui Resolusi Akhiri Perang Iran, Senat Tolak
Jumat / 24-07-2026, 06:00 WIB







