Mantan gelandang Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, mengungkapkan bahwa Bima Sakti adalah sosok yang sangat ia idolakan sejak kecil.

Keduanya sama-sama berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Kekaguman Ponaryo tumbuh saat Bima Sakti sukses menembus skuat PSSI Primavera yang berguru di Italia pada 1993-1995.

>>> Jadwal Lengkap Timnas Indonesia vs Mozambik 9 Juni 2026

Tim yang dilatih Danurwindo itu menjadi fenomena karena diperkuat talenta muda seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena, dan Kurnia Sandy.

Sepulang dari Italia, karier Bima Sakti semakin melejit hingga dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia. Hal ini membuat Ponaryo dan rekan-rekannya di Balikpapan sangat kagum.

Momen Tukar Jersey di Final Divisi Utama

Pertemuan ikonik antara Ponaryo dan sang idola terjadi pada laga final Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 23 Juli 2000.

Saat itu, Ponaryo membela PKT Bontang, sedangkan Bima Sakti memperkuat PSM Makassar. Pertandingan berakhir dengan skor 2-3 untuk kekalahan PKT Bontang.

Meski harus puas menjadi runner-up, Ponaryo tidak melewatkan kesempatan menghampiri Bima Sakti setelah laga usai untuk bertukar jersey.

Melalui kanal YouTube Bola Bung Binder, Ponaryo menceritakan kembali memori tersebut. Ia mengaku sangat mengidolakan Bima Sakti yang berusia empat tahun lebih tua.

"Jujur ya, memang idola benar. Karena kita kan sama-sama dari Balikpapan nih," kata Ponaryo.

>>> Riyatno Abiyoso Genjot Latihan Mandiri demi Bersinar di PSIM Yogyakarta

Ia juga menambahkan bahwa dirinya seangkatan dengan adik Bima Sakti dan satu sekolah. "Saya sama adiknya itu lama," imbuh pria kelahiran 25 September 1979 itu.

Bima Sakti dinilai sebagai sosok pemimpin yang berwibawa sejak usia muda saat membela Primavera.