Peran Rumah BUMN BRI

Modal awal yang digunakan untuk merintis usaha di akhir 2019 sebesar Rp 750 ribu, dengan pemasaran awal kepada kerabat terdekat.

Setelah melengkapi legalitas seperti PIRT, sertifikasi halal, dan HAKI, Salmi bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2020 untuk mentransformasi kemampuan bisnisnya.

Pelatihan dan fasilitas gratis seperti cetak kemasan massal sebanyak 3.000 pieces dari BRI membantu mendongkrak kapasitas produksi dan memperluas pemasaran digital.

Cangcomak kini berada di Kelas 2 platform Link UMKM dan telah menerapkan pemasaran digital melalui berbagai platform e-commerce serta media sosial.

Saat ini, Salmi fokus bertahan di tengah penurunan daya beli masyarakat sejak akhir 2025 dengan menyediakan tiga varian rasa berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 75.000 per item.

Melalui perluasan digitalisasi, jangkauan konsumen produk rumahan ini kini telah meluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, menjelaskan program pendampingan dirancang untuk memfasilitasi seluruh kebutuhan pengembangan pelaku usaha lokal.

>>> Kadaker Makkah Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan di Madinah

Hingga 2026, Rumah BUMN BRI di bawah naungan BRI KC S Parman tercatat telah menaungi sekitar 11.000 UMKM dengan 6.000 anggota aktif.