Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia gelombang dua mulai dipindahkan dari Makkah menuju Madinah pada Minggu (7/6/2026).

Pemindahan perdana diawali oleh kloter JKG 18.

>>> Pemerintah Matangkan Formula Bursa Komoditas Mineral Nasional

Kepala Daerah Kerja Makkah Ihsan Faisal mengeluarkan tiga imbauan penting terkait perpindahan ini. Imbauan tersebut bertujuan menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah selama di Madinah.

Cuaca Panas Ekstrem di Madinah

Ihsan Faisal mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan karena kondisi cuaca di Makkah dan Madinah cukup panas.

Berdasarkan Early Warning System dari Tim Sanitasi dan Food Security Daker Madinah, suhu di Madinah pada Senin (8/6/2026) siang diperkirakan mencapai 44 derajat Celcius.

"Kami mengimbau jemaah menjaga kesehatan karena kondisi cuaca di Makkah dan di Madinah cukup panas," ungkap Ihsan Faisal pada Minggu (7/6/2026).

Aturan Pergerakan dan Identitas Akomodasi

Selain kesehatan, Ihsan Faisal meminta jemaah mematuhi regulasi pergerakan selama di luar pemondokan. Jemaah dilarang bepergian sendirian tanpa pendamping.

>>> Persija Jakarta Resmi Kontrak Shin Tae-yong Tiga Musim

Ia juga mewajibkan jemaah mengingat identitas akomodasi mereka. "Ingat nama hotel dan sektornya karena di Madinah tidak ada nomor hotel seperti di Makkah.

Jika lupa nanti bisa ditanyakan petugas," ujarnya.

Tata Cara Ziarah dan Kunjungan

Aturan ketat lainnya berkaitan dengan pelaksanaan kunjungan sejarah dan ziarah di Madinah. Setiap pergerakan kelompok wajib dilaporkan kepada pengurus kloter dan sektor terkait.

Ihsan Faisal juga mengimbau jemaah untuk berkoordinasi dengan rombongan dan kloter terkait ibadah di Nabawi, khususnya ziarah Raudhah.

>>> Menteri Perdagangan Alihkan Minyakita Langsung ke Pasar Rakyat

"Semua jemaah akan mendapatkan haknya masuk ke Raudhah," katanya.