Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan jumlah calon emiten dalam antrean initial public offering (IPO). Per 5 Juni 2025, antrean berkurang dari 15 menjadi 12 perusahaan.

Pengurangan terjadi pada kelompok korporasi beraset di atas Rp 250 miliar. Dari sebelumnya 11 perusahaan, kini tersisa delapan calon emiten.

>>> DJP Perbarui Tampilan Coretax Pasca Gangguan Sistem

Sementara itu, kelompok calon emiten dengan aset menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar stabil dengan jumlah empat perusahaan.

Penyebab Penyusutan Antrean

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan penyusutan ini dipicu proses pembaruan dokumen administratif internal para calon emiten.

"Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui," ungkapnya dalam laporan, Senin (8/6/2026).

Seluruh calon emiten yang mengantre berasal dari enam sektor usaha: Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Financials, Healthcare, Infrastructures, dan Technology.

>>> Lepas Gandeng Jakarta Fashion Week 2027, Perkuat Citra Gaya Hidup

Realisasi IPO 2026

Hingga saat ini, BEI baru merealisasikan satu kali pencatatan saham perdana dengan total himpunan dana mencapai Rp 300 miliar.

Satu-satunya emiten yang telah resmi melantai adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada 10 April 2026.

WBSA berhasil mengantongi dana segar Rp 302,4 miliar setelah mencatatkan oversubscribe hingga 386,86 kali.

>>> Pemerintah Sepakat Naikkan HET Minyakita, Tunggu Stabilitas Harga CPO

Pada perdagangan perdana, sahamnya menyentuh Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,52 persen ke level harga Rp 226 per lembar.