"Pemotor itu akan tidak baik-baik saja di jalan, maka apa pun bisa terjadi. Ini harus bijak buat pengguna mobil karena mereka tidak nyaman di kendaraannya.

Jangan terlalu banyak berharap kepada pengguna jalan lain di jalan. Pasti ada risiko maka sebaiknya ada manajemen lalu lintas dan perjalanan ketika memutuskan untuk berada di jalan.

Sebaiknya untuk Jakarta sudah waktunya menjadi penumpang saja jika kita punya, boleh, dan bisa pakai opsi itu," ujar Erreza Hardian.

Langkah preventif terakhir bagi pemilik kendaraan adalah mengukur seluruh risiko finansial maupun hukum melalui kepemilikan asuransi kendaraan.

"Maka penting buat semua pengguna jalan mengukur risikonya, kalau mau gagah di jalan siap tidak dengan tuntutan hukum dan semua risikonya.

Buat kita pemilik kendaraan, pikirkan risiko dengan asuransi dan garansi kendaraan bahkan kerugian pihak ketiga.

>>> EMMO Siap Luncurkan Empat Motor Listrik Baru di Indonesia

Semua itu masalah uang sekarang, jadi ketika prinsip sudah mengantisipasi risiko, itu justru jalan terbaik dan defensif di jalan," katanya.