Pemerintah Inggris dilaporkan tengah menyusun rencana untuk membeli chip kecerdasan buatan dari perusahaan teknologi dalam negeri.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk mendorong perusahaan-perusahaan tersebut agar tetap beroperasi di Inggris.

>>> OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,98% Jadi Rp8.755 Triliun pada April 2026

Menteri Teknologi Liz Kendall dijadwalkan bakal memaparkan proposal pembelian strategis peralatan semikonduktor tersebut dalam pidatonya di konferensi London Tech Week pekan ini.

Rancangan kebijakan ini pertama kali diungkapkan berdasarkan dokumen draf garis besar proposal, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.

Selain pembelian perangkat keras, strategi ini juga dirancang untuk memastikan pelaku industri mendapatkan akses pendanaan yang memadai.

Dukungan finansial tersebut nantinya akan bersumber dari dana pembayar pajak serta investasi berkelanjutan dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal.

Sebelumnya pada Januari lalu, Liz Kendall sempat mengumumkan komitmen pemerintah untuk menyuntikkan dana sebesar £1 miliar atau setara US$1,3 miliar.

Dana sekitar Rp23,6 triliun ini dialokasikan untuk memperluas sumber daya riset kecerdasan buatan hingga 20 kali lipat melalui penyediaan fasilitas komputasi publik gratis.

Langkah ini menjadi bagian dari ambisi besar Inggris untuk menjaga daya tarik bagi perusahaan teknologi yang sedang berkembang.

Di sisi lain, kebijakan tersebut bertujuan menekan ketergantungan negara pada penyedia jasa asing dalam pemenuhan kontrak pengadaan sektor publik.

Kekhawatiran mengenai dominasi asing sempat disuarakan oleh Komite Sains, Inovasi, dan Teknologi parlemen setempat.

>>> Teh Kamomil Terbukti Redakan Stres dan Insomnia, Ini Penjelasan Ahli

Lembaga tersebut menyatakan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat, Palantir Technologies Inc., semestinya tidak diberikan peran yang signifikan di dalam sektor publik Inggris.