Bank DBS Indonesia meningkatkan kerja sama penyaluran pinjaman melalui skema channeling dengan penyelenggara fintech lending RupiahCepat.

Langkah ini diumumkan pada Senin (8/6) dan bertujuan memperluas jangkauan pembiayaan digital.

>>> Pemerintah Salurkan Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Secara Bertahap

Kemitraan yang diperkuat ini diharapkan membuka akses permodalan yang lebih luas. Layanan menyasar masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta, hingga pekerja lepas di berbagai wilayah Indonesia.

Kepercayaan dan Regulasi

Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani, menyatakan bahwa peningkatan kerja sama yang telah berjalan sejak tahun lalu mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen perusahaan.

Komitmen tersebut meliputi kepatuhan, kualitas layanan, dan perlindungan konsumen.

Kolaborasi ini tetap mengedepankan regulasi yang berlaku.

>>> Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid hingga 2030

Tata kelola diterapkan melalui manajemen risiko, transparansi biaya, dan sistem keamanan informasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024.

Head of CBG Ecosystem and Digital, Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia, Willy Lawy, menegaskan komitmen bank dalam mendukung layanan finansial esensial.

"Melalui kolaborasi pendanaan ini, kami berkomitmen memberdayakan individu dan memperluas akses mereka ke layanan finansial esensial," ujarnya.

Hingga saat ini, RupiahCepat mencatatkan akumulasi penyaluran pinjaman yang signifikan.

>>> OJK Soroti Dampak Kenaikan BI Rate Terhadap Obligasi Multifinance

Total pinjaman kumulatif di platform tersebut telah menembus lebih dari Rp 40 triliun dengan jumlah pengguna melampaui 7 juta.