SpaceX berencana meluncurkan satelit Starlink V3 untuk menggandakan kapasitas bandwidth secara signifikan. Langkah ini diambil setelah perusahaan berhasil menjaring 12 juta pelanggan aktif di lebih dari 160 negara.

Penyedia layanan internet satelit ini menyumbang pendapatan sebesar USD 18,7 miliar pada tahun 2025. Infrastruktur baru Starlink V3 diklaim mampu memangkas latensi hingga separuhnya.

>>> Film Horor Indie Obsession Raup 200 Juta Dolar AS, Cetak Rekor Baru

Ketinggian orbit satelit akan diturunkan dari 550 kilometer menjadi 350 kilometer. Hal ini memungkinkan peningkatan total bandwidth lebih dari 100 kali lipat dibandingkan kemampuan saat ini.

CEO SpaceX Elon Musk menyebutkan bahwa peningkatan performa ini menjadi fondasi utama untuk mendukung kebutuhan interkoneksi masa depan.

"Masa depan AI dan robotik akan menuntut bandwidth yang jauh lebih besar," ujarnya.

>>> Bahlil Pastikan Sistem Gross Split Hanya Berlaku di Sektor Migas

IPO dan Kontroversi

Pertumbuhan bisnis internet ini memperkuat kondisi finansial SpaceX menjelang IPO.

Manajemen telah menetapkan harga IPO USD 135 per lembar saham dengan melepas 555,6 juta lembar, menargetkan valuasi USD 1,76 triliun.

Meski performa bisnis impresif dengan lebih dari 10.000 satelit aktif, proyek ini menuai protes dari astronom dan pegiat lingkungan.

>>> Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Perkuat Aliansi Strategis

Kritik terkait polusi cahaya dan risiko tabrakan sampah antariksa terus bergulir.