Industri perfilman global dikejutkan oleh kesuksesan film horor independen berjudul Obsession.

Film berbiaya mikro ini berhasil menembus pendapatan 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,6 triliun di box office global.

>>> Bahlil Pastikan Sistem Gross Split Hanya Berlaku di Sektor Migas

Disutradarai oleh sineas pendatang baru Curry Barker, Obsession mencatatkan diri sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa bagi Focus Features.

Focus Features merupakan studio spesialis film seni dan independen di bawah naungan Universal Pictures.

Pasar domestik Amerika Utara menjadi penyumbang terbesar dengan 151 juta dolar AS atau setara Rp2,7 triliun.

Angka tersebut menjadi pencapaian yang belum pernah diraih oleh karya Focus Features lainnya.

Daya tarik utama Obsession terletak pada kemampuannya mempertahankan performa penjualan tiket di layar lebar.

Memasuki akhir pekan keempat pemutaran, penurunan pendapatan hanya 7 persen dengan menghasilkan 25,6 juta dolar AS atau sekitar Rp463 miliar.

Catatan tersebut memecahkan rekor sebagai performa akhir pekan keempat paling stabil sepanjang sejarah film horor.

Obsession menggeser posisi The Blair Witch Project (1999) yang selama 25 tahun mempertahankan rekor dengan penurunan 9 persen dan pendapatan 24,2 juta dolar AS.

Sebelumnya, Obsession menjadi film pertama setelah E. T.

>>> Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Perkuat Aliansi Strategis

: The Extraterrestrial (1982) yang pendapatannya melonjak pada akhir pekan kedua dan ketiga secara berurutan. Hal ini berkat promosi dari mulut ke mulut di media sosial.

Investasi Genius Focus Features

Langkah Focus Features membeli hak distribusi global senilai 15 juta dolar AS saat Festival Film Internasional Toronto (TIFF) sempat dianggap terlalu berani.