Nilai tukar dolar Amerika Serikat bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Penguatan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan yang solid, yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

>>> Kuliner Unik di Blok M Hub: Soto Rempah Arab hingga Minuman Self-Tap

Laporan ketenagakerjaan menunjukkan penambahan 172.000 pekerjaan pada nonfarm payrolls Mei 2026. Angka ini memperkuat keyakinan investor mengenai ketahanan ekonomi domestik terhadap kebijakan moneter yang ketat.

Jonas Goltermann, Kepala Ekonom Pasar Capital Economics, mengatakan bahwa laporan payrolls menunjukkan pasar tenaga kerja AS menguat di tengah guncangan harga energi.

Kombinasi ini membuat peluang pengetatan kebijakan The Fed pada akhir tahun semakin besar.

Capital Economics kini memproyeksikan dua kali kenaikan suku bunga oleh Federal Open Market Committee, masing-masing sebesar 25 basis poin pada sisa tahun ini.

Data CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas pengetatan moneter pada Desember 2026 melonjak menjadi lebih dari 70 persen, dari sebelumnya 45 persen.

Apresiasi dolar AS terjadi di tengah kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meskipun Presiden AS Donald Trump telah meminta penghentian tindakan lanjutan, serangan militer Israel ke Iran masih membayangi.

>>> Jadwal Kereta Prameks Jogja-Kutoarjo 8-14 Juni 2026, Tarif Rp8.000

Kondisi ini menekan mata uang lain.

Euro merosot ke US$ 1,1507, poundsterling ke US$ 1,33165, sementara dolar Australia dan dolar Selandia Baru menyentuh level terendah dua bulan.

Yen Jepang melemah ke posisi 160,34 per dolar AS, mengikis dampak intervensi pemerintah Tokyo senilai 11,7 triliun yen.

Bank of Japan (BOJ) dilaporkan masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga bulan ini, dengan syarat situasi Timur Tengah tidak berkembang menjadi krisis finansial yang lebih besar.

Sim Moh Siong, Strategis OCBC, mengatakan bahwa pasar akan melihat apakah BOJ memberikan sinyal percepatan kenaikan suku bunga.

Di pasar aset digital, bitcoin pulih dengan naik lebih dari 1 persen ke level US$ 63.093.

Ether juga menguat di atas 3 persen ke posisi US$ 1.679 setelah sempat menyentuh level terendah dalam 14 bulan.

>>> Netflix Tunda Pra-Produksi Film Hannibal Barca Besutan Antoine Fuqua

Para analis mencatat bahwa pergeseran dana dari sektor kripto sepanjang tahun ini dipengaruhi oleh minat kuat investor terhadap penawaran saham perdana besar seperti SpaceX dan saham kecerdasan buatan.