Hingga kini, manajemen SpaceX belum memberikan rincian resmi mengenai lokasi pusat data spesifik yang akan dialokasikan untuk operasional Google.

Elon Musk sebelumnya memberikan indikasi bahwa infrastruktur pusat data generasi terbaru, Colossus 2, akan diprioritaskan penuh untuk menyokong kebutuhan internal xAI.

Kemitraan antara Google dan SpaceX ini juga dilengkapi klausul pembatalan fleksibel dengan syarat pemberitahuan 90 hari setelah tanggal 31 Desember 2026.

Akses Google terhadap kapasitas komputasi dijadwalkan meningkat secara bertahap hingga September 2026 dengan tarif awal yang lebih rendah.

Apabila SpaceX gagal menyediakan jumlah GPU yang dijanjikan hingga 30 September 2026, Google memegang hak untuk membatalkan kontrak atau menyesuaikan biaya bulanan.

Kabar mengenai kesepakatan besar ini mengemuka tepat satu pekan sebelum SpaceX melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal.

Dokumen Securities and Exchange Commission (SEC) menunjukkan SpaceX menargetkan penggalangan dana sebesar 75 miliar dolar AS dengan proyeksi valuasi mencapai 1,75 triliun dolar AS.

Google sendiri tercatat sebagai salah satu investor awal yang menanamkan modal di SpaceX sejak lama.

>>> Gugatan 3,8 Juta Bitcoin di New York Terancam Gagal

Setelah proses IPO rampung terlaksana, nilai kepemilikan saham Google di dalam perusahaan kedirgantaraan tersebut diperkirakan bakal menembus angka 100 miliar dolar AS.