Yang 3,0 volt itu biasanya loncat, tiba-tiba drop-nya langsung jauh. Nah, itu yang kita khawatirkan," katanya.

>>> Suzuki dan Toyota Naikkan Harga Mobil Hybrid per Juni 2026

Proses balancing diterapkan sebagai solusi teknis untuk menyamakan kembali tingkat tegangan di setiap sel agar seluruh komponen bekerja seragam.

"Jadi 0,2 volt saja biasanya sudah kita balance ulang, antar sel ya, bukan satu pack," ujar Abdul.

Apabila ditemukan ketimpangan arus yang besar, teknisi bengkel akan melakukan pengujian kapasitas riil untuk melihat potensi kerusakan permanen pada komponen sel baterai.

"Jadi kalau misalkan yang satu voltasenya lebih tinggi, yaitu 3,2 volt, lalu baterai yang kedua misalkan 3,0 volt, yang 3,0 volt ini lebih berisiko rusak berarti?

Ya, bisa jadi, bisa tidak," ujarnya.

Opsi perbaikan menyeluruh berupa repack sel baterai dapat dipilih konsumen jika ingin mengembalikan efisiensi baterai ke tingkat optimal.

"Tapi sebenarnya kalau mau dijabarkan panjang urutannya, per sel itu kita cek. Lebih bagus lagi ketika misalkan pemiliknya mau sel baterainya di-repack ulang," katanya.

Rangkaian sel baterai akan dibongkar total dan dikosongkan dayanya guna membaca kapasitas murni dari setiap unit cell sebelum dirangkai kembali secara presisi.

"Jadi kita bongkar semua, kita cek per selnya, lalu kita drain per selnya. Jadi kita tahu kapasitas per satu baterainya," kata Abdul.

Langkah penanganan ini menjadi solusi alternatif yang ekonomis bagi pemilik motor listrik sehingga tidak perlu membeli paket baterai baru secara keseluruhan.

>>> Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026 Demi Hari Bhayangkara

"Nah, nanti biasanya kalau pemiliknya tidak mau mengganti sel baterainya, kita akan menjadikan sel yang kapasitasnya paling rendah sebagai patokan," ujarnya.