Penurunan performa baterai lithium ion pada motor listrik sering kali tidak terlihat dari luar. Paket baterai bisa menunjukkan tegangan total yang normal, padahal di dalamnya terjadi masalah.

Kondisi yang disebut cell imbalance ini terjadi ketika voltase antar sel penyusun baterai tidak lagi seragam.

>>> Xbox Resmi Umumkan Spyro: A Realm Beyond, Rilis Musim Semi 2027

Perbedaan tegangan yang terlalu besar menjadi indikasi utama bahwa salah satu sel mulai melemah.

Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan bahwa penilaian kondisi baterai tidak boleh hanya bertumpu pada voltase total.

Pengukuran yang tepat harus melihat perbedaan tegangan di antara masing-masing sel.

"Kalau voltase lithium itu idealnya masih bisa menyentuh 4,15 volt, itu masih bagus.

Atau total pada baterai 72 volt, dia masih bisa menyentuh 83 volt, itu masih bagus hitungannya," kata Abdul.

Ia menegaskan bahwa pemantauan variasi tegangan antar sel jauh lebih penting. "Perbedaan voltase antar sel itulah yang kita perhatikan," ujarnya.

Menurut Abdul, ketimpangan tegangan yang terlalu jauh berisiko menurunkan kapasitas total baterai secara signifikan dalam waktu cepat. "Kalau di lithium itu sekitar 0,5 volt sudah terlalu parah.

Biasanya kita lakukan balancing kalau perbedaannya 0,2 volt saja dan tidak turun-turun," jelasnya.

Ketidakseimbangan ini menyebabkan salah satu sel mengalami penurunan daya drastis saat kapasitas baterai mendekati habis. "Yang 3,0 volt itu biasanya loncat, tiba-tiba drop-nya langsung jauh.

>>> Pakar Desak Kementerian ESDM dan BUMN Buka Data Impor Migas Tanpa Tender

Nah, itu yang kita khawatirkan," kata Abdul.

Proses penyelarasan ulang atau balancing diterapkan untuk menyamakan kembali tegangan antar sel.