Yield SUN Melonjak Akibat Rupiah Tertekan dan Sentimen Global Negatif
Pasar obligasi domestik mengalami tekanan jual yang mendorong kenaikan imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
Kondisi ini terjadi seiring melemahnya nilai tukar rupiah sebesar 0,57 persen ke posisi Rp18.129 per dolar AS, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
>>> IHSG Melemah 1,44 Persen, Saham Bank Besar Ikut Terkoreksi
Data Bloomberg menunjukkan lonjakan yield SUN tenor 5 tahun sebesar 18,5 basis poin (bps) hingga menyentuh 7,13 persen.
Kenaikan juga terjadi pada tenor 2 tahun yang naik 13,5 bps ke 7,09 persen, tenor 3 tahun naik 12,4 bps ke 7,06 persen, dan tenor 8 tahun naik 15,3 bps ke 7,07 persen.
Yield SUN tenor acuan 10 tahun meningkat 11,9 bps menjadi 6,99 persen.
Sementara itu, yield tertinggi saat ini dipegang oleh tenor 1 tahun yang naik 3,8 bps menjadi 7,24 persen, menandai level tertingginya sejak 2018.
Hal ini menunjukkan kurva yield masih mengalami inversi akibat tingginya ketidakpastian jangka pendek.
>>> Chef Louis Tanuhadi Ungkap Karakteristik Unik Biji Cokelat Indonesia
Normalisasi Kurva Yield dan Tekanan Fiskal
Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, mengonfirmasi bahwa pergerakan di pasar surat utang ini juga dipicu oleh proses normalisasi kurva yield.
"Kurva yield yang saat ini masih berbentuk inverted-humped diakibatkan oleh intervensi yang berlebihan demi menjaga stabilitas rupiah, serta cost of fund pemerintah tetap rendah sesuai asumsi APBN tahun fiskal 2026 pada 10Y SUN yield 6,9%," jelas Lionel.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini semakin sulit dipertahankan karena menurunnya kepercayaan pasar terhadap prospek fiskal Indonesia, di mana defisit fiskal basis trailing twelve months telah mencapai 3,48 persen terhadap PDB per Mei.
Di sisi lain, selisih imbal hasil antara SUN tenor 10 tahun dan US Treasury berada di kisaran 234,6 bps, lebih rendah dari nilai wajarnya di rentang 250-270 bps.
Tekanan eksternal juga datang dari aksi jual obligasi Indonesia berdenominasi dolar AS yang menguat setelah data ketenagakerjaan AS bulan Mei menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap kokoh.
>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Keuangan hingga Asmara
Hal ini memperbesar peluang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga investor meminta premi risiko lebih tinggi terhadap aset negara berkembang.
Update Terbaru
Baca Online Lookism Chapter 617 Bahasa Indonesia Kapan Rilis
Kamis / 23-07-2026, 23:05 WIB
Nonton Film Sihir Tanah Kubur (2026) Ddi Bioskop Bukan LK21: Teror Ilmu Hitam dari Makam Wurung yang Mengguncang
Kamis / 23-07-2026, 20:00 WIB
Nonton Dan Download Film Juminten Edan (2026) di Bioskop Bukan LK21: Siap Mengungkap Teror Trauma Masa Lalu!
Kamis / 23-07-2026, 19:00 WIB
Momen Haru Akad Nikah Nathalie Holscher dan Aripat, Nasihat Menohok Ustaz Syam Soal Nafkah Halal Bikin Terenyuh
Kamis / 23-07-2026, 18:53 WIB
Manga Kusunoki's Flunking Her High School Glow-Up Diadaptasi Jadi Anime TV
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FC Cincinnati Kembali ke MLS, Hadapi Vancouver Whitecaps
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
Jadwal dan Bocoran Fitur Free Fire Advance Server OB55
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FF Kipas VIP Proxy 2026: Risiko Banned dan Pencurian Data Akun Free Fire
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
400+ Nama ML Keren, Aesthetic, dan Penuh Makna untuk Mobile Legends
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
Pemadaman Listrik 2 Hari: Rencana Darurat Saya Terbukti Efektif
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
60 Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat dan Pengertiannya
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB
20+ Daftar Kalender Beasiswa Kuliah Gratis di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB







