Biji cokelat atau kakao memiliki karakteristik rasa yang unik, dipengaruhi oleh faktor lingkungan tempat tumbuhnya.

Director dan Executive Pastry Chef Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia, Louis Tanuhadi, mengungkap hal ini dalam kelas "Bean to Bar" pada Jumat (5/6/2026).

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Keuangan hingga Asmara

Menurut Louis, cara mengenali biji kakao mirip dengan biji kopi. "Dari mana mereka tumbuh, lingkungannya seperti apa, dan lainnya," ujarnya seperti dilansir dari Detik Food.

Kondisi alam di sekitar perkebunan sangat memengaruhi cita rasa akhir buah cokelat. "Misalnya area sekitar tumbuhnya buah cokelat itu akan memengaruhi rasa.

Jika di sekelilingnya ditumbuhi buah-buahan, maka bisa saja rasanya lebih fruitty," tambah Louis.

Perbedaan Geografis Cokelat Sumbawa dan Papua

Perbedaan geografis terlihat pada cokelat asal Sumbawa dan Papua.

Cokelat Sumbawa memiliki warna lebih terang dengan profil rasa seimbang, sedangkan varietas Papua berwarna lebih gelap dengan rasa asam tinggi dan pekat.

>>> Tabel Angsuran KUR Mandiri Juni 2026: Simulasi Pinjaman Rp10 Juta hingga Rp100 Juta

Meski metode pengenalan karakteristiknya serupa dengan kopi, proses menikmati cokelat sangat berbeda. "Kalau soal mengenal karakteristiknya memang mirip kopi ya, tapi untuk menikmatinya memang berbeda," kata Louis.

Pengolahan biji kakao memerlukan tahap pengupasan, pengeringan, dan penggilingan sebelum menjadi produk akhir. "Kopi diseduh, kalau cokelat sekarang harus dinikmati sebagai chocolate bar.

Prosesnya cukup panjang seperti yang dipelajari di APCA saat ini. Saat proses melelehkannya juga harus melalui conching," sambungnya.

Tahap conching berfungsi memisahkan aroma asing dari aroma alami cokelat.

>>> Sony Sanjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus Korupsi MBG

Durasi conching bervariasi, dan dalam kelas tersebut, pengujian sampel menggunakan variasi waktu 3 jam hingga 9 jam yang menghasilkan perbedaan rasa signifikan.