Pasar saham Korea Selatan mengalami guncangan hebat pada perdagangan Senin pagi.

Indeks acuan KOSPI terjun bebas hampir 9 persen hingga memicu aktivasi sistem penghentian perdagangan otomatis atau circuit breaker.

>>> Lumpur Lapindo Lumpuhkan Ekonomi Porong, Sidoarjo

Kepanikan melanda setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat memicu spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed.

Kondisi ini sekaligus mengakhiri reli panjang saham sektor teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Pada sesi awal perdagangan, KOSPI ambles hingga 8,8 persen.

Kejatuhan ini dimotori oleh merosotnya dua raksasa semikonduktor global asal Korea Selatan, yakni Samsung Electronics dan SK Hynix, yang masing-masing harganya langsung rontok lebih dari 10 persen.

Volatilitas yang luar biasa ekstrem di bursa Seoul memaksa otoritas bursa melakukan intervensi.

Sistem circuit breaker resmi diaktifkan pada pukul 00.03 GMT yang membuat seluruh aktivitas perdagangan dihentikan total selama 20 menit.

Langkah ini merupakan aktivasi pertama dalam tiga bulan terakhir, sekaligus yang ketiga sepanjang tahun 2026 dan yang kesembilan dalam sejarah bursa Korea.

Begitu perdagangan dibuka kembali, otoritas bursa langsung mengaktifkan mekanisme pembatasan sekunder berupa sidecar.

Langkah darurat ini berhasil meredam kepanikan dan memangkas koreksi KOSPI menjadi minus 4,6 persen pada pukul 00.39 GMT.

Rontoknya bursa Seoul mengekor performa buruk bursa Wall Street pada akhir pekan lalu. Indeks teknologi Nasdaq jatuh 4,2 persen, diikuti kejatuhan Indeks Semikonduktor Philadelphia sebesar 10 persen.

Sentimen ini kian diperparah oleh anjloknya instrumen investasi iShares MSCI South Korea ETF sebesar 14 persen di bursa AS.

>>> BEI Pantau Enam Saham Akibat Indikasi Transaksi Tidak Wajar