"Kejutan dari data ketenagakerjaan AS memicu kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.

Hal ini dimanfaatkan pasar sebagai pembenaran untuk melakukan koreksi massal pada sektor saham cip yang dinilai sudah terlalu jenuh beli (overheated)," jelas Han Ji-young, analis dari Kiwoom Securities.

Meski demikian, Han menilai volatilitas ini bersifat jangka pendek dan kecil kemungkinan akan berlanjut berhari-hari.

Valuasi KOSPI saat ini sudah kembali murah dan fundamental kinerja laba emiten cip masih kokoh.

Aksi Jual Asing dan Intervensi Won

Data transaksi mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih senilai 200 miliar won atau setara 128,86 juta dolar AS.

Penjualan ini memperpanjang rekam jejak aksi jual investor asing menjadi 21 sesi berturut-turut.

Menariknya, meski mengalami koreksi dalam pada hari Senin ini, indeks KOSPI secara akumulatif masih mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 83 persen sepanjang tahun berjalan.

Pada tahun 2025 lalu, indeks ini meroket 76 persen mencatatkan lonjakan tahunan terbesar sejak 1999 sekaligus menjadi bursa dengan kinerja terbaik di antara pasar saham utama global.

Di pasar valuta asing, mata uang Won Korea bergerak menguat tipis 0,4 persen ke level 1.552,4 per dolar AS pada Senin pagi.

Penguatan ini merupakan respons teknis setelah pada hari Jumat lalu Won sempat terdepresiasi ke level 1.615,0 per dolar AS, titik terlemahnya sejak Maret 2009.

Anjloknya nilai tukar tersebut memaksa otoritas keuangan Korea Selatan menggelar rapat darurat pada hari Minggu.

>>> Semburan Lumpur Lapindo Lumpuhkan Ekonomi dan Ubah Porong Sidoarjo Jadi Kota Mati

Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk perdagangan spekulatif yang merugikan mata uang nasional.