Indeks Kospi di bursa Korea Selatan anjlok hingga 8,8 persen pada awal perdagangan Senin (8/6).

Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran saham produsen chip semikonduktor.

>>> Timnas Kolombia Matangkan Strategi Lawan Yordania Jelang Piala Dunia 2026

Dua raksasa teknologi, Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc., masing-masing ambles 11 persen dan 10 persen.

Kejatuhan harga saham secara mendadak itu mengaktifkan sistem circuit breaker yang menghentikan sementara aktivitas perdagangan di bursa Seoul.

Otoritas bursa Korea Selatan langsung menggelar rapat darurat pada hari yang sama. Rapat tersebut bertujuan mengukur volatilitas pasar dan merumuskan langkah stabilisasi operasi bursa.

Kemerosotan ini dipicu oleh pergeseran investasi global dari saham-saham kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya melonjak tinggi.

Indeks acuan kini mendekati fase koreksi teknis setelah turun 15 persen dari puncak terbarunya.

>>> 6 Trik agar Anak Memperhatikan Ucapan Orangtua Tanpa Harus Marah

Sentimen investor asing memperparah kondisi. Dalam sepekan terakhir, mereka melakukan aksi jual bersih saham Kospi senilai lebih dari US$10 miliar.

Tekanan jual massal itu juga berdampak pada mata uang won yang melemah terhadap dolar AS hingga level terendah sejak Maret 2009.

Analis pasar modal menyebut akumulasi faktor negatif terjadi secara bersamaan.

Analis Hana Securities, Kim Doo-un, menyebut fenomena ini sebagai "Black Monday".

Sebelum gejolak meluas, pemerintah Korea Selatan pada hari Minggu telah mengumumkan paket kebijakan untuk mengintervensi pasar valuta asing dan memperkuat nilai tukar won.

>>> Calo Diduga Timbun Tiket Konser EXO PLANET 6 di Jakarta, Harga Tembus Rp10 Juta

Langkah tersebut diambil untuk meredam spekulasi mata uang asing di tengah lonjakan harga energi global dan penguatan dolar AS akibat eskalasi konflik di Iran.