Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyampaikan permohonan maaf resmi pada Jumat (8/5/2026) setelah tim nasional gagal melaju dari fase grup Piala Thomas 2026 di Denmark.

Hasil buruk ini menjadi catatan sejarah kelam karena untuk pertama kalinya Indonesia tersingkir di awal kompetisi.

>>> Málaga CF Hadapi Las Palmas di Leg Pertama Playoff Promosi

Langkah Jonatan Christie dan kawan-kawan terhenti setelah tidak mampu bersaing dengan Thailand serta Prancis di fase grup.

Indonesia harus puas menempati posisi ketiga grup menyusul kekalahan telak dengan skor 1-4 dari tim Prancis.

Hasil mengecewakan di Denmark tersebut langsung memicu gelombang kritik dan kemarahan dari para pencinta bulutangkis di media sosial.

Merespons situasi ini, Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, memberikan pernyataan resmi terkait ekspektasi publik yang besar terhadap tradisi juara Indonesia.

"Kita tahu, memahami bahwa harapan masyarakat terhadap prestasi bulu tangkis Indonesia terlalu besar.

Dan memang kita tahu juga bulu tangkis inikan terutama di Thomas Cup kita punya sejarah yang sangat bagus dari tahun...

ya mungkin 10, 20 tahun lalu, 30 tahun lalu, bahwa kita punya beberapa Piala Thomas Cup di Indonesia," ungkap Taufik Hidayat.

Pihak pengurus juga mengakui bahwa performa tim di lapangan masih jauh dari target yang telah ditetapkan oleh federasi.

PBSI menyadari kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat pendukung.

"Kami juga harus jujur bahwa hasil yang dicapai masih belum sesuai dengan target ekspektasi yang diharapkan bersama.

Atas hal tersebut, hasil tersebut, saya mewakili PBSI ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Yang kami tahu semua juga enggak akan pernah memaafkan.