Cuplikan terbaru Stellar Blade Blood Rain yang tayang perdana di Summer Game Fest 2026 langsung menjadi perbincangan hangat.

Game besutan Shift Up ini menggunakan teknologi Generative AI dalam proses produksinya.

>>> Capcom Resmi Umumkan Resident Evil Veronica di Summer Game Fest 2026

Diskusi mengenai penggunaan AI dalam industri kreatif mengemuka setelah beberapa aset seperti jendela bangunan dan papan nama toko pada trailer Blood Rain terlihat kurang konsisten.

Pengamat media sosial Daniel Camilo menyoroti karakter tulisan yang tidak memiliki makna jelas dalam bahasa Mandarin di latar belakang.

Hal ini menjadi perhatian serius karena Stellar Blade memiliki basis penggemar yang sangat besar di Asia.

Data menunjukkan lebih dari enam puluh persen pemain versi PC berasal dari China.

Kualitas visual yang autentik menjadi harapan utama bagi para pemain yang ingin merasakan kedekatan budaya dalam game. Meskipun begitu, banyak yang meyakini bahwa aset tersebut masih bersifat sementara.

Pihak pengembang biasanya melakukan penyempurnaan detail visual menjelang tanggal peluncuran resmi agar kualitas akhir tetap terjaga.

Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan pemain setia yang sudah menantikan sekuel ini.

Salah satu daya tarik utama dari cuplikan ini adalah desain dunianya yang megah.

Banyak penggemar percaya bahwa kota Chongqing di China menjadi inspirasi utama di balik pemandangan kota yang vertikal dan penuh lampu neon.

Atmosfer ini menciptakan nuansa futuristik yang cocok dengan genre hack and slash RPG. Pemain akan menjelajahi lorong-lorong kota yang padat dengan detail arsitektur kompleks.

Penggunaan warna kontras dan efek cuaca seperti hujan darah menambah kesan dramatis pada setiap adegan pertarungan.