Pemerintah terus mengejar penyelesaian pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo. Proyek strategis nasional ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Proyek infrastruktur tersebut dikelola oleh PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ). Pembagian kerja menyasar tiga tahapan wilayah krusial, seperti dilansir dari Detik Finance.

>>> Harga Emas Antam Diprediksi Fluktuatif pada 8 Juni 2026

Berdasarkan data per 22 Mei 2026, pengerjaan fisik pada tahap I mencakup rute Kartasura-Purwomartani, Purwomartani-Maguwoharjo, serta Trihanggo-Junction Sleman.

Beberapa paket di antaranya telah beroperasi dan memasuki fase akhir konstruksi.

"Berdasarkan progres per 22 Mei 2026, sejumlah paket pekerjaan telah memasuki tahap akhir konstruksi, khususnya pada ruas Kartasura-Klaten dan Klaten-Prambanan," tulis Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Badan Pengelola Jalan Tol menambahkan bahwa jalur bebas hambatan ini dirancang untuk menyokong pergerakan masyarakat, mempercepat distribusi logistik, serta mempermudah akses ke Bandara Internasional Yogyakarta.

>>> Ibu Bagikan Kisah Anak Idap Diabetes Tipe Satu Usia 12 Tahun

"Proyek ini akan meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan, mendukung kelancaran arus mobilitas manusia dan barang, serta memperkuat jaringan logistik regional," tambah BPJT.

Tahapan Pembangunan

Tahap II proyek ini akan menghubungkan Junction Sleman hingga Purworejo.

Sementara itu, tahap III akan menyambungkan Maguwoharjo menuju Trihanggo guna mengintegrasikan wilayah Solo, Yogyakarta, dan Kulon Progo secara penuh.

>>> Riset FEB UGM: Workaholic Bisa Bahagia dengan Dukungan Lingkungan Kerja

Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat memperkuat jaringan logistik regional dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kedua provinsi.