Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi sepi penonton. Salah satu penyebab utamanya adalah sulitnya mendapatkan visa ke AS.

Mayoritas penggemar sepak bola dari luar negeri membutuhkan visa untuk masuk ke AS. Prosesnya tidak hanya mahal, tetapi juga rumit dan tidak pasti.

>>> Maximo Quiles Juara Moto3 Hongaria 2026, Veda Ega Finis ke-16

AS telah meluncurkan Sistem Penjadwalan Janji Prioritas FIFA (PASS) untuk mempercepat wawancara visa bagi pemegang tiket. Namun, sistem itu tidak menjamin visa akan diberikan.

Bulan lalu, hampir 150 penggemar sepak bola Ghana ditolak permohonan visanya, seperti dilaporkan Aljazeera. Tingginya tingkat penolakan membuat banyak penggemar enggan mencoba.

Dari 48 negara yang lolos ke Piala Dunia, 27 di antaranya membutuhkan visa untuk masuk ke AS.

Biaya visa berkisar antara US$185 (Rp3,3 juta) hingga US$435 (Rp7,8 juta).

Jumlah tersebut setara dengan upah rata-rata orang di banyak negara berkembang selama beberapa bulan. Belum termasuk biaya pesawat, hotel, dan akomodasi lainnya.

>>> Rahang Kecil Bikin Gigi Anak Tampak Besar? Ini Stimulasinya

Situasi semakin sulit bagi penggemar asal Iran. Perang dan ketiadaan hubungan diplomatik dengan AS membuat perjalanan ke sana hampir mustahil.

Seorang penggemar Iran yang enggan disebutkan namanya mengatakan, perjalanan dari Teheran ke AS harus melalui rute dua atau tiga kali transit.

Kepulangan pun berisiko tinggi karena bisa ditangkap oleh pemerintah Iran.

Peningkatan pengawasan terhadap sentimen antinasional di Iran menyebabkan eksekusi terhadap mereka yang dituduh menjadi mata-mata untuk Israel atau AS.

>>> Christiansen/Boje Juara Indonesia Open 2026, Sapu Bersih Tiga Gelar Tur Asia

Hal ini semakin memperburuk minat penggemar untuk hadir.