Pasangan ganda campuran Denmark, Mathias Christiansen dan Alexandra Boje, berhasil meraih gelar juara Indonesia Open 2026.

Mereka mengalahkan wakil China, Cheng Xing dan Zhang Chi, di final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).

>>> Eks Personel St. Loco Sukses Racik Sambal Babon Usai Rehabilitasi

Kemenangan diraih dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 23-21. Unggulan kelima ini sempat tertinggal 17-19 di gim pertama sebelum membalikkan keadaan.

Gelar ini melengkapi sapu bersih juara dalam rangkaian tur Asia Tenggara. Sebelumnya, mereka juga menjuarai Thailand Open (Super 500) dan Singapore Open (Super 750).

Bagi Christiansen, ini merupakan gelar Super 1000 pertama dalam kariernya. Usai pertandingan, ia menyampaikan apresiasi kepada penonton dalam bahasa Indonesia.

"Senang sekali dengan para suporter di sini. Kami cinta Indonesia, kami suka bermain di sini, terima kasih," ujar Christiansen.

Pemain berusia 32 tahun itu mengakui jadwal padat selama tur Asia sangat menguras tenaga. Setelah turnamen, mereka berencana berlibur ke Labuan Bajo.

"Kami capek. Lelah.

Sudah di Asia satu bulan, sangat lelah sekarang. Minggu depan kami akan pergi ke Labuan Bajo untuk berlibur," katanya.

>>> Timnas Indonesia U-19 Wajib Tekuk Vietnam demi Tiket Semifinal

Christiansen kemudian beralih ke bahasa Inggris agar pasangannya, Alexandra Boje, mengerti. Ia menekankan pentingnya istirahat yang akan mereka jalani.

Ia juga mengungkapkan rasa puas atas konsistensi performa yang berbuah tiga gelar beruntun dalam sebulan.

"Sekali lagi, kami berhasil juara beruntun dari Super 500, 750, hingga 1000, jadi saya sangat senang," ucapnya.

Kemampuan Christiansen berbahasa Indonesia menarik perhatian media. Ia menjelaskan bahwa ia belajar melalui les yang difasilitasi Kedutaan Besar Denmark.

"Bersama Kedubes Denmark, saya ikut beberapa les. Belajar bersama Kedubes dan juga dengan guru dari Indonesia.

Jadi ya begitu saya tahu sedikit-sedikit sekarang," ungkapnya.

>>> PPIH Arab Saudi Berangkatkan 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah

Christiansen menutup dengan menyebut bahasa yang ia kuasai: "Hanya bahasa Denmark, Inggris, dan sekarang sedikit Bahasa Indonesia."