Banyak orang tua khawatir saat melihat gigi anak tampak lebih besar dari ukuran wajahnya. Kondisi ini sebenarnya dipengaruhi oleh ukuran rahang yang masih kecil.

Rahang berfungsi sebagai penopang utama gigi. Jika rahang lebih sempit dibandingkan dimensi gigi, maka gigi akan terlihat tidak proporsional.

>>> Christiansen/Boje Juara Indonesia Open 2026, Sapu Bersih Tiga Gelar Tur Asia

Dokter spesialis gigi anak, drg. Aulia N.

Ainayah, Sp. KGA, MARS, menjelaskan bahwa ukuran gigi sebenarnya normal.

"Jadi ukuran giginya bukan ukuran giginya yang besar ya. Jadi seringkali memang kelihatannya giginya besar tapi karena memang rahangnya anak-anak itu kecil," katanya.

Stimulasi Rahang dengan Makanan Keras

Fase usia dini adalah waktu krusial karena rahang masih tumbuh. Orang tua bisa memberikan stimulasi untuk menyelaraskan proporsi rahang dan gigi.

Salah satu cara sederhana adalah membiasakan anak mengunyah makanan bertekstur keras.

>>> Eks Personel St. Loco Sukses Racik Sambal Babon Usai Rehabilitasi

"Nah, untuk menstimulasi supaya giginya nggak terlihat besar-besar itu dengan membiasakan belajar mengunyah, seperti makan makanan yang keras seperti daging, apel," jelas Aulia.

Konsumsi makanan padat secara konsisten melatih otot rahang.

"Jadi naik tekstur makanan sesuai usia itu memang perlu karena salah satunya fungsinya untuk menstimulasi rahang tadi," ujarnya.

Rahang yang berkembang optimal tidak hanya memperbaiki tampilan gigi. Ruang yang cukup juga mencegah gigi baru tumbuh berdesakan.

>>> Timnas Indonesia U-19 Wajib Tekuk Vietnam demi Tiket Semifinal

"Selain untuk supaya gigi tidak terlihat besar, juga kalau rahangnya besar dia kan juga cukup tempat sehingga gigi yang tumbuh nanti tidak berdesakan," tutur Aulia.