Rupiah Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS Akhir Juni 2026
Nilai tukar rupiah berpotensi kembali tertekan hingga menyentuh level Rp 19.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir Juni 2026.
Tekanan ini dipicu oleh konflik Timur Tengah yang belum mereda dan ekspektasi Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi.
>>> Timnas Inggris Kalahkan Selandia Baru 1-0 Berkat Gol Harry Kane
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan pergerakan rupiah pada pekan depan berada di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.250 per dolar AS.
Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), rupiah ditutup menguat 13 poin setelah sempat melemah 17 poin di level Rp 18.036 per dolar AS.
"Pada akhir bulan Juni, (nilai tukar) rupiah kemungkinan besar 99,99% akan menyentuh Rp 19.000 per dolar AS," kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Langkah BI dan Pemerintah
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, membeberkan dua langkah taktis koordinasi moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Hal ini disampaikan dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
>>> IEA Soroti Kegagalan Penyediaan Lapangan Kerja Berkualitas di Indonesia
Strategi pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil guna memicu aliran modal masuk. Perry menjelaskan, kenaikan suku bunga luar negeri menyebabkan outflow di saham, SBN, dan SRBI.
"Fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflow kembali masuk besar," ujarnya.
Langkah kedua menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.
Operasi moneter difokuskan pada stabilitas nilai tukar dengan dukungan operasi fiskal melalui peningkatan remunerasi kas pemerintah yang ditempatkan di BI.
>>> Veda Ega Pratama Jalani Long Lap Penalty di Moto3 Hungaria 2026
"Pengelolaan kas pemerintah tetap di BI tapi ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah," jelas Perry.
Update Terbaru
Setelah Nano Machine Chapter 318, Spoiler Chapter 319 Mulai Dicari
Rabu / 22-07-2026, 23:40 WIB
Uji Akurasi 3 Pelacak Kebugaran: Fitbit, Pixel Watch, dan Whoop
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 Gratis di AT&T dengan Tukar Tambah Ponsel Tertentu
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Indonesia Targetkan 151.554 Hektare Lahan Kelapa untuk Hilirisasi 2026
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Merek China Dinginkan Asia Tenggara dengan Solusi Lokal
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Vozinha dan Haaland Raih Jutaan Followers Baru Selama Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Kemenkes Apresiasi CNN Wellnest Festival, Dorong Kesadaran Hidup Sehat
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Hasil China Open 2026: Tampil Buruk di Set 2, Jonatan Lolos 16 Besar
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Purbaya Pastikan Pemerintah Kembali Beri Insentif Motor Listrik Rp5 Juta per Unit
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Firefox 153 Akhirnya Hadirkan Dukungan HDR di Windows
Rabu / 22-07-2026, 23:08 WIB
Gugatan Cher Ditolak, Mary Bono Tak Wajib Bayar Biaya Hukum Rp16 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 23:08 WIB
Sahabat Nolan Wells: Dia Tampak Baik-Baik Saja di Horn Island
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Pengemudi Kabur dari Polisi, Loncat dari Jembatan ke Danau
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Krisis Air Bersih Ganggu Layanan Puskesmas Panongan Tangerang
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB







