Telur omega-3 kerap menjadi pilihan masyarakat yang ingin menjalani pola makan sehat. Namun, anggapan bahwa telur ini otomatis rendah kolesterol ternyata belum tentu benar.

Perbedaan utama antara telur omega-3 dan telur biasa terletak pada pakan ayam petelur. Produsen memperkaya pakan dengan biji rami atau minyak ikan untuk meningkatkan kandungan asam lemak.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 8 - 14 Juni 2026

Intervensi pakan ini memang efektif mendongkrak jumlah asam lemak dalam telur. Namun, peningkatan nutrisi tersebut tidak serta-merta diikuti penurunan kolesterol yang signifikan.

Hasil Studi tentang Kadar Kolesterol

Sebuah studi dalam Revista Brasileira de Ciencia Avicola pada 2022 menunjukkan telur hasil fortifikasi omega-3 memiliki kadar kolesterol sekitar 8,4% lebih rendah dibanding telur kontrol.

Meski demikian, peneliti menegaskan tujuan utama rekayasa pakan adalah memperbaiki profil asam lemak, bukan menciptakan produk rendah kolesterol.

>>> Asing Borong Saham ADRO Rp 187,8 Miliar di Tengah Aksi Jual Masif

Kadar kolesterol di pasaran juga tidak seragam karena bergantung pada jenis ayam, formulasi pakan, dan metode produksi.

Keunggulan paling konsisten dari telur omega-3 adalah tingginya kandungan DHA yang baik untuk kesehatan otak dan jantung.

Kandungan gizi esensial lain seperti protein, vitamin B12, vitamin D, selenium, dan kolin tetap terjaga.

>>> PBB Usung Tema Reimagine untuk Hari Laut Sedunia 2026

Bagi individu sehat, baik telur biasa maupun omega-3 dapat dikonsumsi sebagai bagian dari menu seimbang.