PT Bisi International Tbk (BISI) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 33 persen pada akhir tahun 2026. Target ini akan dicapai melalui strategi penguatan penciptaan permintaan (demand creation).

Emiten benih pertanian itu mengoptimalkan demonstrasi plot (demplot) secara massal di berbagai wilayah. Lahan percontohan ini dikelola langsung oleh tim ahli internal perusahaan.

>>> Karel Mainaky Targetkan All Indonesian Final di Australia Open 2026

Direktur Utama BISI, Agus Saputra Wijaya, mengatakan perusahaan juga aktif menyelenggarakan edukasi melalui program lapang. Program ini membangun interaksi langsung antara petani dan tim internal.

Langkah edukasi tersebut diposisikan sebagai upaya strategis membangun kepercayaan petani. Keberhasilan budidaya internal diharapkan merangsang minat petani menerapkan teknologi serupa.

Selain lahan percontohan, BISI memberikan pendampingan teknis langsung. Staf lapang berperan sebagai konsultan budidaya di lahan milik petani.

>>> Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Lolos ke Final Indonesia Open 2026

"Petani yang merasa didampingi dan melihat hasil percontohan yang stabil akan memiliki ketergantungan positif terhadap seluruh ekosistem produk BISI," ujar Agus.

Manajemen menegaskan tidak ada rencana ekspansi bisnis hingga akhir 2026. Namun, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 57 miliar.

>>> Korlantas Polri Siapkan Operasi Patuh 2026, Fokus pada Pelanggaran Berisiko Tinggi

Capex tersebut difokuskan untuk menambah mesin otomatisasi pemrosesan tanaman pangan serta agrokimia. Melalui strategi ini, BISI optimistis penjualan tumbuh 30-35 persen dan laba bersih naik 28-33 persen.