Endrick Cerita Dukungan Bellingham dan Alexander-Arnold Saat Sulit di Real Madrid
Komunikasi intensif dengan para pemain senior asal Inggris menjadi penyelamat emosional baginya. "Bellingham menelepon saya setiap hari.
Saat saya kesulitan, dia datang dan kami berbicara. Dia banyak membantu saya.
Trent juga. Mereka sangat dekat dan mudah didekati.
Saya mencoba belajar dari mereka, termasuk bahasa Inggris, tapi mustahil memahami mereka," tutur Endrick.
Kendala bahasa akibat logat daerah dari kedua rekannya tidak menghalangi Endrick untuk mengambil keputusan besar berpindah sementara ke Prancis.
>>> Harry Kane Pimpin Nominasi Ballon d'Or 2026, Modal 61 Gol
"Tidak sulit pergi ke Lyon. Tuhan mengatakan saya harus pergi, dan saya pergi.
Saya tidak takut. Ini salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya.
Saya perlu bermain. Saya bisa mencetak gol, memberi assist, dan bermain banyak menit," jelasnya.
Langkah peminjaman tersebut terbukti sukses.
Ia menjadi andalan pelatih Paulo Fonseca dengan mengoleksi delapan gol dan delapan asis dari 21 laga di semua kompetisi.
Kini fokus Endrick beralih sepenuhnya untuk membela negaranya di Piala Dunia 2026. "Bermain di Piala Dunia adalah hal terbesar.
Bisa mewakili negara saya adalah mimpi. Piala Dunia sangat berarti bagi banyak orang, dan sudah lama Brasil tidak memenangkannya," sebutnya.
Ia juga mengaku dekat dengan pelatih Carlo Ancelotti dan pemain senior seperti Neymar. "Neymar memiliki DNA Brasil.
Dia salah satu pemain terbaik dalam sejarah kami. Saya akrab dengan Ancelotti.
Dia pelatih hebat dan memahami Anda sebagai pribadi. Saya tahu mereka memiliki banyak kasih sayang kepada saya," pungkas Endrick.
Meskipun Endrick kini sudah kembali ke Real Madrid, pihak Lyon menyatakan masih membuka peluang untuk mengamankan jasanya lagi.
"Peminjaman lain untuk Endrick? Saat ini, saya rasa sulit dan tidak mungkin.
Tapi terkadang Endrick sering bicara soal Tuhan. Jadi kita lihat saja nanti.
Ia anak yang baik," urai Direktur Teknik Lyon Matthieu Louis-Jean.
>>> Endrick Cerita Peran Bellingham di Masa Sulit Bersama Real Madrid
Tim nasional Brasil dijadwalkan memulai pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026 melawan Maroko di MetLife Stadium pada Sabtu, 13 Juni 2026, sebelum melanjutkan laga melawan Haiti dan Skotlandia.
Update Terbaru
Arizona Diamondbacks Panggil Kohl Drake untuk Debut MLB
Rabu / 22-07-2026, 16:01 WIB
Colman Domingo Sindir Kritik Rasial terhadap Casting Lupita Nyong'o di The Odyssey
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Jay Feely Raih Nominasi Partai Republik untuk Distrik Pertama Arizona
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
BGN Temukan SPPG Miliki Dua Virtual Account, Dana Rp311 Miliar Dikembalikan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Cholil ERK dan Eka The Brandals Masuk Badan Pengawas dan Pengurus KontraS
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Toluca Jamu Pumas di Apertura 2026, Catat Rekor Tak Terkalahkan
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Hulu Rilis Dokumenter tentang Kaitan Keluarga Charles Manson
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Modernisasi Pabrik Aspal di Taiwan Jadi Contoh Infrastruktur Berkelanjutan untuk Asia
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Nanik Ganti Nomor HP Usai Mundur dari BGN: Capai Diteror
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Iran Kembali Serang Pangkalan AS di Kuwait, Target Depot Amunisi
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
FIFA Raup Rp268 Triliun dari Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Warga Bandung Pesan 3 Ojol untuk Antisipasi Begal, Ada yang Minta Dikawal Polisi
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Menperin Agus Gumiwang: P3DN Bisa Tambah Rp627 Triliun ke Ekonomi
Rabu / 22-07-2026, 15:55 WIB







