Komunikasi intensif dengan para pemain senior asal Inggris menjadi penyelamat emosional baginya. "Bellingham menelepon saya setiap hari.

Saat saya kesulitan, dia datang dan kami berbicara. Dia banyak membantu saya.

Trent juga. Mereka sangat dekat dan mudah didekati.

Saya mencoba belajar dari mereka, termasuk bahasa Inggris, tapi mustahil memahami mereka," tutur Endrick.

Kendala bahasa akibat logat daerah dari kedua rekannya tidak menghalangi Endrick untuk mengambil keputusan besar berpindah sementara ke Prancis.

>>> Harry Kane Pimpin Nominasi Ballon d'Or 2026, Modal 61 Gol

"Tidak sulit pergi ke Lyon. Tuhan mengatakan saya harus pergi, dan saya pergi.

Saya tidak takut. Ini salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya.

Saya perlu bermain. Saya bisa mencetak gol, memberi assist, dan bermain banyak menit," jelasnya.

Langkah peminjaman tersebut terbukti sukses.

Ia menjadi andalan pelatih Paulo Fonseca dengan mengoleksi delapan gol dan delapan asis dari 21 laga di semua kompetisi.

Kini fokus Endrick beralih sepenuhnya untuk membela negaranya di Piala Dunia 2026. "Bermain di Piala Dunia adalah hal terbesar.

Bisa mewakili negara saya adalah mimpi. Piala Dunia sangat berarti bagi banyak orang, dan sudah lama Brasil tidak memenangkannya," sebutnya.

Ia juga mengaku dekat dengan pelatih Carlo Ancelotti dan pemain senior seperti Neymar. "Neymar memiliki DNA Brasil.

Dia salah satu pemain terbaik dalam sejarah kami. Saya akrab dengan Ancelotti.

Dia pelatih hebat dan memahami Anda sebagai pribadi. Saya tahu mereka memiliki banyak kasih sayang kepada saya," pungkas Endrick.

Meskipun Endrick kini sudah kembali ke Real Madrid, pihak Lyon menyatakan masih membuka peluang untuk mengamankan jasanya lagi.

"Peminjaman lain untuk Endrick? Saat ini, saya rasa sulit dan tidak mungkin.

Tapi terkadang Endrick sering bicara soal Tuhan. Jadi kita lihat saja nanti.

Ia anak yang baik," urai Direktur Teknik Lyon Matthieu Louis-Jean.

>>> Endrick Cerita Peran Bellingham di Masa Sulit Bersama Real Madrid

Tim nasional Brasil dijadwalkan memulai pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026 melawan Maroko di MetLife Stadium pada Sabtu, 13 Juni 2026, sebelum melanjutkan laga melawan Haiti dan Skotlandia.