Para pemain dilaporkan sudah bertolak dari Turkiye menuju Meksiko pada Sabtu waktu setempat, sementara pejabat yang ditolak visanya tetap di Meksiko untuk mengupayakan izin masuk ke AS.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mempersulit para atlet, namun memperketat pengawasan terhadap potensi masuknya unsur militer luar negeri.

"Kami tidak memiliki masalah dengan para atlet, seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, atau staf pendukung mereka," kata Rubio dalam sidang subkomite Alokasi Anggaran DPR.

Pemerintah AS mengantisipasi adanya anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menyusup di dalam rombongan delegasi olahraga tersebut.

"Tetapi yang tidak akan kami izinkan adalah mereka memasukkan sejumlah orang dalam delegasi mereka yang kami tahu tidak ada hubungannya dengan atletik dan memiliki hubungan dengan IRGC," kata Rubio.

>>> PT Hartadinata Abadi Tbk Targetkan Pembukaan 15 Gerai Baru

Pemeriksaan dokumen dan latar belakang seluruh utusan dari Teheran dipastikan akan berjalan sangat ketat hingga turnamen dimulai.