Pemerintah Amerika Serikat menolak permohonan visa sebagian besar staf pendukung dan pejabat administratif kunci Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026 pada Sabtu (6/6/2026).

Kebijakan ini memicu protes keras dari Teheran karena dinilai mencederai sportivitas.

>>> Pemkot Bekasi Gelar CFD 7 Juni 2026, Ini Rute Pengalihan Lalu Lintas

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengonfirmasi bahwa Sekretaris Jenderal Hedayat Mombeini dan Wakil Presiden Mehdi Mohammad Nabi termasuk dalam daftar 14 staf yang ditolak.

Namun, status visa Presiden FFIRI Mehdi Taj belum diketahui secara pasti.

Kedutaan Besar Iran di Turkiye melayangkan protes resmi kepada Duta Besar AS untuk Turkiye, Tom Barrack, melalui media sosial X.

"Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa ditolak kepada sebagian besar staf manajerial dan eksekutif, penasihat teknis, dan lainnya yang merupakan bagian integral dari tim sepak bola nasional mana pun?"

tulis akun Kedutaan Besar Iran di Turkiye.

Pihak kedutaan menilai tindakan sepihak Washington ini telah membawa ranah konflik politik dan permusuhan bilateral ke dalam kompetisi olahraga internasional.

"Dengan memperluas permusuhan Anda yang sembrono terhadap bangsa Iran ke ranah olahraga, pemerintah AS pada praktiknya merampas hak tim nasional Iran untuk bermain di Piala Dunia dalam kondisi normal," kata postingan tersebut.

Teheran juga mengingatkan AS mengenai kewajiban mereka sebagai tuan rumah yang terikat aturan FIFA.

>>> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tinjau Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok

"Anda tidak bisa menutupi perilaku yang melanggar peraturan FIFA dan melanggar kewajiban Amerika Serikat sebagai tuan rumah hanya dengan memuji diri sendiri," demikian bunyi unggahan Iran.

Akibat kendala administrasi ini, skuad Iran terpaksa memindahkan lokasi pemusatan latihan dari Tucson, Arizona, ke Tijuana di Meksiko.