Pemprov DKI Bersihkan 85-90 Persen Pulau Sampah di Muara Angke
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil membersihkan tumpukan sampah masif yang membentuk pulau sampah di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara.
Pembersihan berlangsung sejak Rabu (3/6) hingga Sabtu (6/6/2026) dan mencapai progres sekitar 85 hingga 90 persen.
>>> Kejagung Tangkap Kajari Sergai Amriyata Terkait Dugaan Pemerasan Proyek
Target penyelesaian penuh dijadwalkan pada akhir pekan. Dalam aksi ini, Pemprov mengerahkan sekitar 100 petugas, dua ekskavator amfibi, dan tiga kapal pengangkut sampah.
Total limbah yang berhasil diangkut mencapai 8,8 ton. Kawasan hilir Muara Angke menjadi titik krusial karena berfungsi sebagai simpul aktivitas pesisir ibu kota.
Wilayah ini meliputi pelabuhan nelayan hingga akses transportasi menuju wisata Kepulauan Seribu.
Tantangan Kiriman Sampah dari Hulu
Meski pembersihan di area pesisir hampir rampung, tumpukan sampah baru masih terus mengancam akibat kiriman limbah dari wilayah hulu yang terbawa aliran sungai.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan tantangan terbesar adalah sampah yang selalu datang dari arah hulu.
Pemerintah daerah mengaktifkan skema pencegahan di wilayah hulu dengan memasang sekat serta saringan sampah untuk membendung aliran limbah.
Afan menambahkan, upaya ini dilakukan agar sampah tidak bergerak bebas menuju area pantai.
>>> Trans Luxury Hotel Surabaya Buka Promo Menginap Mulai Rp 999 Ribu
Keberadaan pulau sampah ini memicu perhatian serius karena berpotensi merusak estetika kota, mencemari ekosistem laut, dan merusak citra internasional terkait penanganan isu lingkungan.
Persoalan ini mencuat di tengah ambisi Jakarta memperkuat kawasan waterfront dan meningkatkan peringkat daya saing global.
Saat ini Jakarta menempati peringkat 71 dunia dalam Global Cities Index oleh Kearney dengan keunggulan integrasi transportasi publik, infrastruktur data center, dan kualitas SDM.
Namun, parameter kelayakan huni dan keberlanjutan lingkungan masih terbebani oleh kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah ke badan air.
Pihak berwenang mengingatkan kembali dampak buruk pencemaran ini yang dirasakan langsung oleh masyarakat berupa kerusakan lingkungan dan peningkatan risiko bencana banjir.
Afan mengimbau warga untuk tidak lagi membuang sampah ke badan air, baik ke saluran, kali, waduk, situ, maupun embung.
Ia menegaskan bahwa yang mengalami kerugian adalah masyarakat sendiri.
>>> Cara Bayar UKT UNS lewat Bank BRI, Mandiri, BSI, BTN, dan Bank Jateng
Pemprov DKI Jakarta akan menjalankan agenda pemantauan rutin secara berkala di kawasan pesisir Muara Angke setelah pembersihan total rampung.
Update Terbaru
KAI Logistik Angkut 8,7 Juta Ton Barang di Semester I 2026, Batu Bara Masih Andalan
Rabu / 22-07-2026, 17:28 WIB
Utang PTPP Membengkak ke Rp4,49 Triliun, Laba Konsolidasi Ikut Turun
Rabu / 22-07-2026, 17:28 WIB
PLN Akui Biaya Produksi Hidrogen Masih Mahal, Baru Tahap Proyek Percontohan
Rabu / 22-07-2026, 17:25 WIB
SMF Catat Laba Bersih Rp391 Miliar di Semester I 2026, Aset Tumbuh 21,79%
Rabu / 22-07-2026, 17:25 WIB
7 Pengisi Daya GaN Terbaik di India (Juli 2026)
Rabu / 22-07-2026, 17:25 WIB
5 Bintang Piala Dunia 2026 yang Menikahi Cinta Masa Kecil
Rabu / 22-07-2026, 17:21 WIB
Huawei MatePad Pro Max Resmi di Indonesia, Tablet Tipis Rp19,9 Jutaan
Rabu / 22-07-2026, 17:21 WIB
Bukan Cuma Z Fold8, Samsung Juga Siapkan Galaxy S26 FE dan Tab S12
Rabu / 22-07-2026, 17:21 WIB
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir dengan Saudi yang Izinkan Pengayaan Uranium
Rabu / 22-07-2026, 17:10 WIB
Mark Lamb Menang Pemilihan Pendahuluan GOP di Distrik Kelima Arizona
Rabu / 22-07-2026, 17:10 WIB
Miami Heat Klarifikasi Kebocoran Siaran YouTube Terkait LeBron James
Rabu / 22-07-2026, 17:08 WIB
Mariners Kembali Puncaki AL West Meski Cedera Bayangi
Rabu / 22-07-2026, 17:08 WIB
Transformasi Clayface Tidak Akan Diungkap di Trailer
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Andy Biggs Menang Pilkada Gubernur Arizona dari Partai Republik
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB







