Sementara itu, kapasitas RAM 8GB masih menempati posisi titik ideal bagi sebagian besar masyarakat karena andal untuk bermain game populer serta menjalankan aplikasi produktivitas.

>>> 4 HP Android Ultra Resmi di Indonesia Juni 2026: Samsung, Xiaomi, Vivo, Oppo

Kebutuhan kapasitas memori minimal 12GB menjadi krusial jika pengguna menginginkan akses penuh pada fungsionalitas asisten pintar berbasis model bahasa besar (LLM).

Kapasitas besar tersebut juga dibutuhkan untuk pemrosesan transkripsi suara tingkat lanjut, otomatisasi sistem lintas aplikasi, serta pembuatan konten berbasis AI secara instan.

Pada segmen premium, sejumlah produsen gawai bahkan telah mengadopsi RAM 16GB sebagai spesifikasi standar pabrikan untuk model flagship mereka.

Langkah ini diambil demi memberikan ruang aman bagi operasional fitur kecerdasan buatan generasi selanjutnya yang diprediksi akan jauh lebih kompleks.

Tantangan Harga Komponen Global

Tren kenaikan standar kapasitas memori ini bertepatan dengan lonjakan harga komponen memori di pasar global.

Ketatnya pasokan DRAM global saat ini disebabkan oleh tingginya permintaan dari sektor pusat data AI di berbagai belahan dunia.

Situasi kelangkaan pasokan ini berpotensi memicu lonjakan harga jual smartphone di pasar atau memaksa produsen memangkas spesifikasi komponen lain.

Di sisi lain, konsumen diingatkan untuk tidak terkecoh dengan gimik pemasaran fitur virtual RAM yang memanfaatkan ruang penyimpanan internal.

Kecepatan akses dari memori penyimpanan internal jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan performa fisik komponen RAM utama.

Kapasitas memori RAM kini memegang peranan vital dalam menentukan hak akses pengguna terhadap pembaruan ekosistem AI, baik pada sistem operasi Android maupun iOS.

>>> OnePlus Turbo 6X Resmi Meluncur dengan Baterai 7.000mAh dan Layar 144Hz

Kapasitas RAM 8GB tetap menjadi opsi yang aman untuk kebutuhan umum, namun varian 12GB dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang yang jauh lebih relevan.