Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara konsumen menilai dan memilih televisi modern.

Jika dulu ukuran layar dan kualitas gambar menjadi faktor utama, kini pengguna lebih menginginkan pengalaman menonton yang intuitif dan personal.

>>> Chanyeol di Hari Pertama Konser EXO Jakarta: Aku Rindu Kalian

Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, mengatakan bahwa ekspansi teknologi AI mengubah ekspektasi konsumen terhadap performa televisi.

Menurutnya, masyarakat modern membutuhkan perangkat yang tidak hanya unggul secara spesifikasi teknis, tetapi juga mampu menyajikan pengalaman yang relevan dan natural.

"AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari," ujar Harry Lee dalam pernyataan resminya.

Ia menilai sistem AI harus beroperasi secara seamless di balik layar agar konsumsi media terasa lebih nyaman tanpa banyak konfigurasi manual.

Smart TV Makin Pintar Berkat AI

Salah satu inovasi yang marak diadopsi adalah kemampuan AI dalam memodifikasi kualitas visual dan audio secara otomatis berdasarkan jenis tayangan.

Teknologi ini mengidentifikasi kategori konten seperti film, olahraga, atau game, lalu mengoptimalkan warna, detail, kontras, dan audio secara real-time.

Saat menonton pertandingan sepak bola, misalnya, AI dapat memacu ketajaman pergerakan pemain, menghidupkan warna lapangan, dan memperjelas suara komentator.

Selain fungsionalitas, aspek estetika juga menjadi fokus utama dalam desain televisi premium masa kini dengan bodi tipis dan bezel minimalis.

>>> Sinopsis Teach You a Lesson, Drama Korea Terbaru Kim Mu-yeol

TV Kini Jadi Bagian Lifestyle

Konektivitas dengan ekosistem smart home turut mengubah peran televisi di ruang keluarga. Smart TV kini dapat diintegrasikan dengan lampu pintar, kamera keamanan, AC, hingga perangkat IoT lainnya.