Global CIO Forum Indonesia Chapter resmi meluncurkan program Women in Technology Initiative pada Rabu (3/6/2026).

Program ini bertujuan memperkuat peran dan kepemimpinan perempuan dalam industri teknologi nasional.

>>> WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert untuk Deteksi Penipuan dari Nomor Tak Dikenal

Langkah ini diambil karena keterwakilan perempuan di sektor teknologi Indonesia masih rendah. Data menunjukkan angka partisipasi perempuan di bidang tersebut baru mencapai di bawah 20 persen.

Director & Chief Information Technology Officer PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, Yessie Yosetya, memaparkan data tersebut.

Ia menyebutkan bahwa perempuan yang berhasil menduduki posisi pimpinan tertinggi di bidang teknologi hanya 8 persen.

"Kalau kita lihat, perempuan Indonesia di dunia teknologi kurang dari 20 persen, bahkan yang sampai board level hanya 8 persen," ujar Yessie.

Menurut Yessie, ketertinggalan ini terlihat jelas jika dibandingkan dengan Thailand dan Singapura. Kedua negara tetangga itu sudah memiliki persentase partisipasi perempuan di atas 40 persen.

Akibatnya, pemenuhan kebutuhan talenta digital dan percepatan transformasi teknologi di berbagai sektor ekonomi menjadi tantangan besar.

Managing Director Accenture Indonesia, Retno Kusumawati, menilai faktor kepercayaan diri menjadi hambatan bagi perempuan. "Perempuan sering kali dididik untuk sungkan dan tidak berani bilang," kata Retno.

Corporate Technology Lead PT Paragon Technology and Innovation, Chichi Utami, juga pernah mengalami keraguan dalam mengambil peluang kepemimpinan.

Ia mengingat ucapan atasannya: "As a leader, I will take the risk to develop you."

>>> NASA Resmi Akhiri Misi Wahana Antariksa MAVEN di Mars

Chief Technology & Operations Officer Bank CTBC Indonesia, Gina Virginia, menekankan pentingnya keberanian bagi perempuan untuk mendorong perubahan.