Adapun, pasar properti premium atau luxury memiliki rentang harga di atas Rp10 miliar.

"Ini juga selaras dengan alasan orang membeli hunian premium ini yang umumnya tidak untuk investasi," tutur Monica.

Kondisi tersebut berbeda dengan pasar properti premium di Singapura, Hong Kong, dan Dubai yang berfungsi sebagai pusat bisnis global.

Tingginya aktivitas bisnis internasional dan kehadiran pembeli dari berbagai negara membuat properti mewah di kota-kota tersebut menjadi instrumen investasi yang menarik sekaligus tempat tinggal.

Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing menyampaikan, permintaan rumah premium hingga saat ini masih cukup baik meskipun perekonomian menghadapi berbagai tekanan, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurutnya, konsumen pada segmen ini didominasi oleh pengusaha, profesional, dan investor yang memiliki kemampuan finansial lebih kuat sehingga tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga maupun kondisi ekonomi jangka pendek.

"Pada segmen ini, kualitas produk, lokasi, eksklusivitas, serta potensi menjadi pertimbangan utama dibandingkan harga," kata Ferry John Sihombing.

Dia melihat tren kebutuhan hunian kelas atas saat ini mengarah pada konsep residensial yang mengutamakan privasi, kenyamanan, serta keseimbangan antara kehidupan modern dan kedekatan dengan alam.

"Selain itu, aksesibilitas kawasan dan kelengkapan fasilitas menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian," kata Ferry John Sihombing.

>>> Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 FIFA Usai Kalahkan Oman

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Paramount Land menghadirkan Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong yang menyasar pasar kelas atas melalui konsep hunian bergaya resor dengan tingkat eksklusivitas tinggi.