Ilmuwan Ungkap Misteri Asal-usul Batu Altar Stonehenge dari Skotlandia

Misteri asal-usul Batu Altar di pusat Stonehenge mulai terkuak.
Para ilmuwan menyimpulkan batu tersebut berasal dari Skotlandia timur laut, sekitar 700 kilometer dari situs di Inggris selatan.
>>> Sinopsis Great White, Bioskop Trans TV 6 Juni 2026
Temuan ini bermula pada 2024 ketika tim ilmuwan bumi mendapati bahwa Batu Altar tidak berasal dari geologi lokal atau Perbukitan Preseli di Wales barat daya.
Analisis kimia menunjukkan kemiripan dengan Batu Pasir Merah Tua dari Cekungan Orcadian di ujung utara Kepulauan Inggris.
Peneliti sempat menduga pergerakan batuan akibat gletser.
Namun, kalkulasi menunjukkan hampir semua gletser selama 1 juta tahun terakhir bergerak ke utara, berlawanan dengan jalur batu.
Peran Gletser dan Manusia
Tim dari Curtin University, Australia, menggunakan penanggalan mineral dan pemodelan lapisan es. Mereka menyimpulkan gletser hanya membantu perpindahan dari Skotlandia ke Doggerland, memotong jarak sekitar 300 kilometer.
Sisa jarak 400 kilometer lainnya diperkirakan akibat tindakan manusia.
>>> Model AI ChatGPT, Gemini, dan Claude Lulus Ujian Masuk Universitas Jepang
"Pemodelan kami menunjukkan gletser mungkin mengangkut bebatuan sebagian jalan selama Zaman Es terakhir, tetapi tidak sampai Inggris selatan," ujar Anthony Clarke dari Curtin University.
Clarke menambahkan, "Alih-alih dibawa secara alami oleh es, bukti menunjukkan pergerakan yang disengaja dan direncanakan dengan cermat melintasi lanskap yang menantang."
Pemindahan batu sebesar itu dianggap luar biasa karena tidak ada bukti otoritas terpusat, peta, atau mesin pemindah di Inggris pada masa tersebut.
Operasi diperkirakan berlangsung bertahap.
Transportasi air melalui sungai dan garis pantai diduga menjadi jalur utama, meski sebagian rute tetap darat.
"Mengangkut batu sebesar ini membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan pemahaman mendalam tentang lanskap," tutur Clarke.
>>> Trump Rencanakan Pertemuan dengan CEO AI Bahas Investasi Pemerintah
Laporan temuan ini telah dipublikasikan di Journal of Quaternary Science.
Update Terbaru
Marc Marquez Kuasai Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 Tanpa Perlawanan
Sabtu / 06-06-2026, 20:28 WIB
WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert untuk Deteksi Penipuan dari Nomor Tak Dikenal
Sabtu / 06-06-2026, 20:27 WIB
WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert untuk Deteksi Penipuan dari Nomor Asing
Sabtu / 06-06-2026, 20:27 WIB
John Terry Ragukan Peluang Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Sabtu / 06-06-2026, 20:24 WIB
SEGA Hadirkan Godzilla dan Evangelion di Sonic Racing CrossWorlds
Sabtu / 06-06-2026, 20:24 WIB
AMD Medusa Siapkan Arsitektur Zen 6 dengan Clock Speed 6,5 GHz
Sabtu / 06-06-2026, 20:22 WIB
Asap Kendaraan Ground Handling Picu Alarm Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta
Sabtu / 06-06-2026, 20:22 WIB
SEGA Umumkan Virtua Fighter Crossroads, Rilis 2027
Sabtu / 06-06-2026, 20:20 WIB
Prabowo Soroti Kualitas Telur di Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu / 06-06-2026, 20:20 WIB
Pelemahan Rupiah Belum Menggoyang Pasar Properti Premium Indonesia
Sabtu / 06-06-2026, 20:20 WIB
Bandai Namco Umumkan Game Baru Gundam Rogue Orbit, Rilis 2027
Sabtu / 06-06-2026, 20:20 WIB
Bandai Namco Umumkan Game Aksi Gundam Rogue Orbit di Summer Game Fest 2026
Sabtu / 06-06-2026, 20:20 WIB
Veda Ega Pratama Amankan Tiket Kualifikasi 2 Moto3 Hungaria 2026
Sabtu / 06-06-2026, 20:17 WIB
Veda Ega Pratama Rebut Posisi Start Kesembilan di Moto3 Hungaria 2026
Sabtu / 06-06-2026, 20:17 WIB






