Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menemui sejumlah pemimpin perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesar di negaranya pada pekan depan di Gedung Putih.

Pertemuan tersebut akan membahas peluang investasi pemerintah di sektor AI, seperti dilansir dari Money melalui Kompas. com.

>>> Apple Hadapi Tekanan Besar untuk Perbaiki Siri di WWDC 2026

Rencana pembelian kepemilikan finansial ini disampaikan Trump saat berbicara di pesawat kepresidenan Air Force One.

Trump mengatakan langkah ini bertujuan memperbaiki pandangan publik yang kian negatif terhadap dampak teknologi AI.

"Kita sedang menciptakan hampir seperti kemitraan dengan masyarakat Amerika," kata Trump.

Pemerintah AS saat ini membidik sejumlah raksasa teknologi lokal seperti Google, Microsoft, OpenAI, SpaceX, dan Anthropic.

SpaceX serta Anthropic diperkirakan segera melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

Juru bicara Microsoft menolak memberikan komentar terkait rencana tersebut, sementara pihak Google, OpenAI, SpaceX, dan Anthropic belum memberikan respons resmi.

Langkah investasi ini dinilai mirip dengan kebijakan pemerintah AS tahun lalu yang mengambil 10 persen saham di perusahaan pembuat chip komputer Intel.

"Kita sedang membicarakannya," kata Trump, seraya menambahkan bahwa rakyat Amerika dapat memperoleh manfaat dari keberhasilan AI.

Rencana investasi pemerintah di sektor teknologi ini juga sempat bergulir dari pihak legislatif ketika CEO OpenAI Sam Altman melakukan kunjungan ke Washington DC baru-baru ini.

>>> Kenny Austin dan Amanda Manopo Umumkan Kelahiran Anak Pertama

Altman bertemu dengan Senator Bernie Sanders yang sebelumnya mengusulkan pembentukan dana kekayaan negara agar AS bisa mengambil 50 persen saham di perusahaan AI.

Trump mengaku sudah mempertimbangkan gagasan investasi tersebut selama setahun dan tidak menolak usulan ekonomi yang diajukan oleh Sanders.