Ia menambahkan, BRI siap berjalan bersama pelaku usaha untuk mewujudkan visi tersebut agar lahir semakin banyak champion wellness Indonesia yang mampu bersaing di panggung global.

Sikap optimistis ini didasarkan pada potensi besar industri kebugaran dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Sektor ini dinilai efektif untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional.

Berdasarkan data industri, nilai ekonomi kebugaran global telah menembus angka sekitar USD 6,8 triliun pada tahun 2024.

Nilai tersebut mencerminkan tingginya permintaan pasar dunia terhadap produk perawatan diri dan kesehatan.

Saat ini, Indonesia berhasil menembus daftar 25 pasar kebugaran terbesar di dunia.

Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan distribusi.

>>> Emil Audero Puji Performa Elkan Baggott yang Gantikan Jay Idzes

Peluang tersebut kian terbuka karena lebih dari 90 persen pelaku industri kosmetik di tanah air berasal dari sektor UMKM.

Sektor ini diproyeksikan mampu menyerap banyak tenaga kerja baru jika mendapatkan penguatan yang tepat.

Kolaborasi dan Deklarasi IWBEA

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menggarisbawahi pentingnya kerja sama terintegrasi demi menciptakan industri yang kokoh dan berkelanjutan.

Integrasi antara pemerintah, pelaku usaha, institusi keuangan, akademisi, serta komunitas menjadi pilar utama dalam mempercepat akselerasi sektor ini.

"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci untuk membangun ekosistem wellness yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, kita dapat membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM Indonesia untuk berkembang dan naik kelas," ujar Helvi.

Pulau Dewata dinilai memegang posisi strategis dalam peta industri kebugaran global. Warisan budaya, tradisi pengobatan kuno, nilai spiritualitas, serta keramahan lokal menjadi daya pikat utama bagi turis mancanegara.