Kebijakan penempatan penuh Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam melalui sistem satu pintu berpotensi mengubah dinamika kinerja lini asuransi marine cargo milik PT Asuransi Tokio Marine Indonesia.

Regulasi baru dari pemerintah ini memicu perusahaan asuransi umum tersebut untuk mengkaji ulang implikasi serta dampak terhadap pertumbuhan premi bisnis mereka.

>>> Bawa Tas Ransel Terlalu Berat Picu Risiko Saraf Kejepit di Leher

Aturan tata kelola baru yang diwajibkan oleh pemerintah ini dijalankan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Masa transisi satu pintu mulai berlaku sejak 1 Juni 2026 hingga 31 Desember 2026, sebelum diimplementasikan secara penuh pada 1 Januari 2027.

Dampak pada Lini Asuransi

Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia Sancoyo Setiabudi menilai regulasi ekspor satu pintu ini bukan menjadi hambatan, melainkan perkembangan operasional yang diantisipasi melalui pengelolaan risiko secara tepat.

Kebijakan tersebut diperkirakan turut memberi dampak tidak langsung pada lini asuransi properti, stok, hingga asuransi liability.

"Berpotensi berdampak juga ke asuransi marine hull, khususnya jika terdapat perubahan pola penyimpanan, tanggung jawab logistik, penggunaan kapal, rute, atau frekuensi pengiriman," ungkap Sancoyo.

>>> Menkeu Purbaya Siap Denda Pengusaha Penimbun Kontainer di Tanjung Priok

Manajemen Tokio Marine Indonesia menyatakan komitmen untuk patuh dan mendukung penuh langkah pemerintah dalam tata kelola komoditas ini.

Perusahaan saat ini aktif menjalin komunikasi secara intensif dengan para nasabah, broker, serta mitra terkait.

Langkah mitigasi risiko dari sisi underwriting juga disiapkan melalui penerapan prinsip kehati-hatian.

Peninjauan kembali terhadap polis atau ketentuan pertanggungan akan dilakukan apabila ditemukan perubahan material pada proses pengiriman atau penyimpanan barang milik nasabah.

Lini asuransi marine cargo memegang peranan penting bagi kinerja keuangan perusahaan karena menyumbang sebesar 28% dari total pendapatan premi.

>>> Prasetyo Hadi Tanggapi Usulan Pelibatan Sipil dalam RUU Polri

Berdasarkan laporan keuangan pada situs resmi perusahaan, Tokio Marine Indonesia membukukan pendapatan premi sebesar Rp 232,08 miliar per April 2026.